UAS Benar-benar Ketiban Sial, Setelah Diusir dari Singapura, Kini Ditolak datang ke Madura, Aduh Apes Betul Pak Ustadz!

UAS Benar-benar Ketiban Sial, Setelah Diusir dari Singapura, Kini Ditolak datang ke Madura, Aduh Apes Betul Pak Ustadz! Kredit Foto: Viva

Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menyedot perhatian publik setelah penceramah kondang itu kembali ditolak. Kali ini penolakan terhadap UAS datang dari masyarakat Madura, warga setempat tak sudi penceramah itu datang ke daerah mereka.

Pada Senin (16/5/2022) UAS juga ditolak di Singapura saat hendak liburan bareng keluarganya. Imigrasi setempat sempat menahan dan mengintrogasi dirinya sebelum dikirim pulang ke Indonesia karena alasan radikalisme.

Adapun kabar penolakan UAS di Madura itu saat ini sedang heboh dibicarakan pengguna media sosial Jumat (20/5/2022),  salah satu  pengguna twitter yang ikut membahas penolakan di Madura ini adalah akun @Tukangrosok_ Netizen ini memuji sikap warga Madura yang dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap rencana kunjungan UAS. 

Baca Juga: Astagfirullah! Pendeta Saifuddin Semakin Menjadi-jadi, Kini Sebut Indonesia Bakal Hancur Kalau Ikut Alquran

“Keren nih Madura. Engkok norok bungah tretan sampean kompak elarang Somad datenge Medureh. Sekelangkung sebenyak, Salam NKRI,” kata @Tukangrosok_ dikutip Populis.id. 

Dalam cuitannya itu, netizen ini juga turut membagikan foto tangkapan layar berita dari Kabarbaru.co  dengan judul ‘Hari Ini, Ratusan Santri Bakal Gelar Aksi Tolak Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Madura’. 

Dalam artikel itu, disebutkan, ratusan massa  dari Gerakan Santri Madura bakal melakukan aksi unjuk rasa besar - besaran menolak kedatangan UAS pada hari ini yang rencananya mengisi berbagai  acara keagamaan di Kawasan Sumenep, Madura pada Jumat (20/5/2022). 

Rencana aksi unjuk rasa itu diketahui dari surat izin keramaian yang dikeluarkan kelompok demonstrasi untuk  Kapolres Sumenep dan ditandatangani oleh Ustadz Ahmad selaku Koordinator Aksi.

“Sehubungan dengan rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Madura dalam rangka Tabligh Akbar di beberapa titik di Kabupaten Sumenep,” demikian tertulis dalam isi surat itu. 

Lebih lanjut, Gerakan Santri Madura menilai Abdul Somad merupakan salah satu pendakwah yang menyebarkan ajaran-ajaran islam yang radikal dan intoleran. Lantaran alasan itu, UAS ditolak hadir di Tanah Madura demi mewaspadai paham ekstrim di tengah-tengah masyarakat Madura. 

Baca Juga: Nggak Ada Kapoknya, Pendeta Saifuddin Kembali Teriak - teriak dari Tempat Persembunyian: Saya Dituduh Penista Agama, Nistakan Agama Siapa?!

“UAS merupakan penyebar islam radikal dan intoleran yang telah membuat kegaduhan umat, maka demi mencegah dan menjaga keamanan masyarakat Madura dari radikal dan intoleran, kami atas nama Gerakan Santri Madura akan melakukan demonstrasi menolak kedatangan UAS di tanah Madura,” demikian isi penutup surat tersebut.  




Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini