SBY Disebut Dulu Tak Bisa Maju Tanpa Dukungan PBB, Panca: Yusril Emang Songong!

SBY Disebut Dulu Tak Bisa Maju Tanpa Dukungan PBB, Panca: Yusril Emang Songong! Kredit Foto: Instagram/Yusril Ihza Mahendra

Politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana memberikan sindiran keras kepada Yusril Ihza Mahendra dan menyebutnya orang yang “songong”.

“Yusril memang songong, bilang kalau nga ada tanda tangan saya, SBY nga bisa jadi presiden Indonesia,” kata Panca dari Twitter @panca66 yang dikutip pada Selasa (28/9/2021).

Kala itu, Yusril tampak tidak terima disebut anak buah AHY telah melupakan dukungan Partai Demokrat terhadap putranya, Yuri Kemal di Pilkada Belitung Timur 2020.

Baca Juga: Loyalis AHY Terkesan Ingin Membatasi Kebebasan Yusril, Memalukan!

Yusril pun mengungkit jasa PBB atas kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ayah AHY di Pilpres 2004. Menurutnya,  dukungan PBB kepada SBY saat itu sangat penting. 

"Padahal PD bisa mengusung sendirian. Dia harusnya bersyukur PBB diajak gabung, dan sudah diganjar 2 posisi menteri bersama MS Kaban untuk dukungannya,” tulis Panca.

Panca membuat cuitan tersebut setelah dirinya mengunggah sebuah potongan video Ahli hukum tata negara, Refly Harun yang mengatakan pada tahun 2004, SBY tetap bisa maju sebagai calon presiden meskipun tanpa dukungan dari Partai Bulan Bintan (PBB).

Baca Juga: Pasukan Jenderal Moeldoko, Catat Baik-Baik! Anak Buah Pangeran Cikeas Nggak Gentar Lawan Yusril, Catat!

Kata dia,  Partai Demokrat yang mengusung SBY memang hanya mendapatkan suara 7 persen. Akan tetapi seharusnya sudah bisa mengjukan diri sebagai calon presiden.

“7 persen itu sudah bisa untuk mengajukan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, baik itu perspektifnya kursi maupun perspektifnya suara,” kata Refly dalam video itu.

Sebab, menurutnya meski pada Pilpres 2004 itu telah ada Presidential Treshold, namun digunakan peraturan dalam UU No.20/2003 pasal peralihan.

Pasal itu menyebutkan bahwa syarat untuk mengajukan pasangan capres dan cawapres adalah memiliki 3 persen jumlah kursi di DPR dan 5 persen jumlah suarah sah.

“Jadi, karena digunakan aturan peralihan itulah, maka Presiden SBY bisa mencalonkan diri sebagaimana juga empat pasangan calon lainnya yang menurut saya agak ideal,” pungkasnya.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini