Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo turut menyoroti persoalan tiket Formula E yang ternyata pembelinya lebih didominasi oleh warga negara asing (WNA).
Anggara mengatakan, semestinya kegiatan Formula E yang kerap dibangga-banggakan oleh Pemprov DKI itu bisa menyerap lebih banyak penonton dari dalam negeri. Sehingga uang sebesar Rp560 miliar yang sudah dikeluarkan melalui APBD untuk kebutuhan Commitment Fee bisa lebih bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat.
"Jadi kalau mengacu pada hal tersebut, ketika kegiatan ini akhirnya terselenggara dan ternyata banyak penontonnya itu warga negara asing, jadi menurut saya ini hal yang seharusnya tidak terjadi," kata Anggara kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).
Padahal untuk menghindari hal tersebut, Anggara mengaku sudah mengingatkan jauh-jauh hari kepada pihak penyelenggara dengan meminta hasil feasibility study atau studi analisis yang sudah direvisi terkait perencanaan program Formula E untuk mengetahui seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat Jakarta.
"Dari sana kita bisa mengukur secara ekonomi, kegiatan ini akan mendapatkan keuntungan dan efeknya untuk warga DKI itu apa. Kalau akhirnya Rp560 miliar kita keluar, dan kemudian didominasi oleh penonton asing ya agak sayang ya," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Direktur Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Gunung Kartiko menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen tiket yang terjual diboyong oleh WNA. Acara yang akan dilaksanakan pada 4 Juni 2022 mendatang itu ternyata hanya mampu menyerap penonton dalam negeri sebesar 21,2 persen.
Jumlah pembeli tiket justru didominasi oleh WNA yang berasal dari Eropa. Gunung merinci, WNA yang membeli tiket Formula E Jakarta berasal dari Australia dan Jepang masing-masing 9,1 persen. Kemudian Italia, Filipina, India, Britania Raya dan Amerika Serikat masing-masing 6,1 persen. Juga dari Guatemala, Argentina, Malaysia, Turki, Tunisia, Polandia, dan Norwegia masing-masing 3 persen.
"Dari sini kita bisa melihat bahwa yang membeli tiket itu ternyata tidak hanya dari masyarakat Indonesia tetapi lebih dari 50 persen warga negara asing," kata Gunung saat gelar konferensi pers di Kantor Organizing Committee, Mall ABC, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/5/2022).