Simak! Ini Deretan Alasan Mendagri Singapura Tolak UAS, Mulai dari Sebut Remaja 17 Tahun Jadi Korban hingga...

Simak! Ini Deretan Alasan Mendagri Singapura Tolak UAS, Mulai dari Sebut Remaja 17 Tahun Jadi Korban hingga... Kredit Foto: Tangkapan Layar/Twitter

Kasus penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapura pekan lalu berbuntut panjang. Hingga kini pro dan kontra mengenai hal tersebut masih ramai dibicarakan masyarakat.

Bahkan, umat Islam yang tergabung dalam Pembela Syariah Islam (Perisai) berbondong-bondong menyambangi Kedutaan Besar Singapura pada Jumat (20/5/2022). Mereka menuntut pemerintah Singapura meminta maaf karena telah menolak UAS masuk ke negaranya.

Alih-alih meminta maaf, Pemerintah Singapura memutuskan buka suara dan menjelaskan sejumlah alasan mengapa mereka menolak Ustad Abdul Somad masuk ke negaranya.

Menyadur Channel News Asia, berikut beberapa pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam terkait alasan penolakan UAS masuk Singapura:

1. UAS Menyebarkan Ajaran Ektremis dan Segregasi

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan bahwa UAS telah dikenal sebagai pemuka agama yang menyebarkan ajaran ektremis dan segregasi. Menurut mereka, hal inilah yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

2. Ancaman Serangan 9/11

Tekait penolakan yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura, media sosial diramaikan dengan tagar #boikotsingapura hingga adanya ancaman-ancaman lainnya.

Mendagri Singapura, K Shanmugam menyoroti beragam tuntutan dari sekelompok pendukung UAS yang muncul di media sosial. Di antaranya tuntutan agar Singapura segera minta maaf dalam waktu 48 jam hingga menyatakan bahwa Singapura merupakan negara Islamofobia.

Ia mengatakan ada pula ancaman bahwa akan adanya pengusiran Kedutaaan Singapura untuk Indonesia. Shanmugam juga mengungkap adanya ancaman pendukung UAS akan mengirim pasukan organisasi Islam garis keras yang akan membuat serangan seperti serangan 9/11 di New York.

Baca Juga: Bandingkan Peristiwa UAS dengan Miyabi, Said DIdu Bilang Ini...

"Ancaman tersebut menyebutkan serangan 9/11 bakal dilakukan terhadap Singapura oleh pendukung seorang pengkhotbah yang dilarang memasuki negara itu (UAS)," ujar Shanmugam seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (24/5/2022).

3. Pengaruh Ceramah Bom Bunuh Diri

Shanmugam mengungkapkan, pada Januari 2020 lalu, Pemerintah Singapura pernah menahan seorang remaja berusia 17 tahun. Ia tersandung Undang-undang Keamanan Internal yang dimiliki Singapura.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini