Jangan Kaget! Ternyata oh Ternyata UAS Tidak Pernah Ikut Peningkatan Kompetensi Penceramah dari Kemenag, Astaga

Jangan Kaget! Ternyata oh Ternyata UAS Tidak Pernah Ikut Peningkatan Kompetensi Penceramah dari Kemenag, Astaga Kredit Foto: Viva

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengaku Ustadz Abdul Somad  (UAS) hingga sekarang ini tidak mengikuti program peningkatan kompetensi penceramah yang diselenggarakan Kemenag. 

Program ini digaga Kementerian Agama di era Yaqut Cholil Qoumas, dimana semua penceramah bakal dibekali pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berdakwah, setelah dinyatakan layak para penceramah bakal diberi sertifikat dari Kemenag. 

Baca Juga: UAS Dicap Radikal Sampai Ditendang Keluar Singapura, Ulama dan Habib Madura Beraksi, Omongan Mereka Nggak Main-main, Baca!

"UAS Belum (mengikuti program.red)," kata Kamaruddin saat dikonfirmasi Populis.id pada Rabu (25/05/2022).

Kamaruddin mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak sedikit dai atau penceramah yang mengikuti program tersebut. Menurutnya, sudah sembilan ribu lebih mubaligh yang telah memegang sertifikat peningkatan kompetensi penceramah dari Kemenag.

"Secara nasional, sudah ada sembilan ribu penceramah yang sudah mengikuti program itu," terangnya. 

Hingga berita ini dibuat, Populis.id sudah mencoba melakukan konfirmasi terhadap pihak Ustadz Abdul Somad untuk mengetahui alasan penceramah kondang itu ogah  mengikuti program tersebut,  namun tidak diberi jawaban. 

Penceramah Ustadz Abdul Somad menjadi perhatian pasca dipulangkan secara sepihak ketika hendak liburan ke Singapura bersama keluarga. Oleh beberapa pihak, tuduhan Singapura terhadap UAS dianggap mengada-ngada dan tidak berdasar.

Baca Juga: Astagfirullah! Pendeta Saifuddin Kembali Singgung Nabi Muhammad SAW, Eh UAS Diseret-seret, Sampai Dikatain Bloon, ya Ampun

Teranyar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura K Shanmugam mengungkap pendukung UAS melontarkan ancaman dengan membawa tragedi 9 September 2001 atau dikenal dengan tragedi 9/11. Ancaman itu dilontarkan lewat media sosial (medsos).

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini