Nggak Masalah Luhut Ditunjuk Jokowi Ngurus Minyak Goreng, Anak Buah Mas AHY: Masalahnya…

Nggak Masalah Luhut Ditunjuk Jokowi Ngurus Minyak Goreng, Anak Buah Mas AHY: Masalahnya… Kredit Foto: ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/tom.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, kembali sukses mendapat sorotan publik. Ini terkait dengan tugas baru yang Presiden Joko Widodo (Jokowi) berikan.

Luhut diketahui diminta Presiden Jokowi untuk mengurus masalah minyak goreng di wilayah Jawa dan Bali.

Terkait penunjukkan tugas ke Luhut oleh Jokowi untuk mengurus minyak goreng ini, Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara angkat suara.

Menurut anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut, masyarakat tidak peduli siapa lagi yang Jokowi tujuk untuk mengurus masalah minyak goreng.

“Rakyat tidak peduli siapa yang mengurus minyak goreng ini di kabinet,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis yang wartaekonomi.co.id terima, dikutip Rabu (25/5/22).

Hal itu lanjut Herzaky karena yang dibutuhkan masyarakat adalah selesainya setumpuk masalah minyak goreng yang berbulan-bulan tidak tuntas. Bahkan dua nyawa warga negara sampai melayang karena masalah ini. Rakyat dinilai saat ini perlu agar harga minyak goreng bisa kembali terjangkau.

Baca Juga: Husin Alwi Blak-blakan Sebut Akan Hadapi UAS dan HRS, 'Saya Akan Lawan Mereka Semua!'

Baca Juga: Bikin Geram! Pendukung UAS Bilang Negara Kecil Hanya dengan Satu Rudal Kalian akan Hancur, Mendagri Singapura Sentil Balik Begini...

Dan khusus penunjukkan tugas, menurut Herzaky adalah hak mutlak yang dimiliki presiden.

“Hak prerogatif Presiden sebenarnya, untuk menugaskan siapapun untuk bisa membereskan permasalahan di kabinet. Terutama yang berdampak bagi masyarakat banyak,” lanjutya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini