Surya Paloh Blak-blakan: Nasdem Bisa Calonkan Ketua Umumnya di Pilpres 2024, Dia Tidak Terlalu Bodoh Untuk Bersaing Dengan Calon Lain!

Surya Paloh  Blak-blakan: Nasdem Bisa Calonkan Ketua Umumnya di Pilpres 2024, Dia Tidak Terlalu Bodoh Untuk Bersaing Dengan Calon Lain! Kredit Foto: Antara/Fauzi Lamboka

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh terang - terangan mengaku partai Nasdem sangat mampu untuk mengusung calon presidennya sendiri pada Pilpres 2024 mendatang.

Sebagai ketua umum partai tersebut, Paloh mengaku percaya diri jika didorong untuk maju pada hajatan pesta demokrasi lima tahunan itu, sebab secara kapasitas dia merasa mampu bersaing dengan calon dari partai lain macam  macam Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo atau Puan Maharani. 

Kendati mengaku mampu dan dapat bersaing pada Pilpres 2024, namun Paloh mengatakan memilih untuk mengurungkan niat tersebut karena berbagai alasan. 

Baca Juga: Astaganaga! NasDem Dicap Jadi Partai Penista Agama di Kampungnya Surya Paloh Gegara Belain Ahok

“Kalau dia mau kuat, mau hebat ke depan proses learning ini membuat dia lebih matang, dia bisa untuk membuat itu ketua umumnya pun bisa dicalonkan kan, ketua umumnya tidak terlalu bodoh untuk dicalonkan dengan calon-calon lain, cuma dia tahu diri,” kata Paloh dalam sebuah diskusi bersama para pimpinan redaksi media massa, di Jakarta, Rabu (25/5/2022). 

“Segi profesionalisme morality dia tahu, paling tidak sepadan kalau tidak lebih hebat. jam terbang, asam garam semuanya ini dilalui, suka duka dia lalui, jatuh bangun dia lalui. Survivor ekonomisnya dimiliki, tapi kenapa nggak? Learning process,  kalau kita mau membawa mission yang mulia lebih bagus kita tidak di dalam potensi kontroversial yang membuat orang lain like or dislike. Nasdem tidak menempatkan posisi itu,” katanya menambahkan. 

Baca Juga: Soal Capres yang Bakal Didukung NasDem di Pilpres 2024, Suara Surya Paloh Menggelegar: Anies Mau, Tapi Kalau Kita Nggak Mau Gimana?

Paloh melanjutkan ketika dia memilih untuk mencalonkan diri pada pentas Pilpres 2024 ada batasan - batasan yang mesti ditaati, salah satunya kebebasan berbicaranya mulai dikontrol, takutnya itu malah menjadi blunder yang justru berbalik menyerang dirinya. 

“Ketika saya calon saya tidak bisa berbicara sebebas ini, saya mungkin tidak bicara walaupun saya objektif dengan segala kejujuran hati saya tapi tingkat subjektivitas melihat siapa saya itu sudah jauh berbeda dengan saya tidak mencalonkan,” tegasnya. 

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini