Kembali Diterpa Kabar Nggak Enak, UAS Langsung Beraksi, Omongannya Nyelekit Abis, Baca!

Kembali Diterpa Kabar Nggak Enak, UAS Langsung Beraksi, Omongannya Nyelekit Abis, Baca! Kredit Foto: Instagram/Ust Abdul Somad

Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali diterpa kabar bohong alias hoaks.

Kali ini, sebuah video viral di media sosial yang berasal di akun @rajanabasa di Tiktok.

Dalam video kurang dari satu menit itu, UAS yang terlihat sangat muda dari usianya sekarang duduk di bangku dan meja panjang sembari melihat ke kiri dan kanan.

Baca Juga: UAS Diusir Gegara Dicap Ustadz Radikal, Anwar Abbas Sewot Sejadi-jadinya: Singapura Seperti Orang Kehilangan Akal

"Rupanya waktu masih suci, sering masuk gereja. Teman-teman apa ada yang kenal pemuda ini," tulis akun @rajanabasa di video tersebut.

UAS melalui akun resminya di Instagram merespons soal video viral tersebut.

Disampaikan bahwa video tersebut adalah UAS saat menghadiri munaqasyah S3 Habib Hamid ibn Ali al-Mahdaly di Kampus Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada 1998 lalu.

"Fitnah datang dari kebencian, lalu menyebar hoax," tulis UAS.

Baca Juga: Nyali UAS Diuji! Cucu Nabi Nggak Main-main Nantang Ustadz Somad Lakukan Ini: Kalau Mau Saya akan...

Bukan kali ini saja UAS diterpa kabar bohong. Pantauan JPNN.com, selama Mei setidaknya tiga kali UAS diterpa hoaks.

Pertama pada 16 Mei, UAS membuat klarifikasi menanggapi hoaks yang menyebutkan rumahnya di Pekanbaru.

"Yang betul adalah rumah sahabat di Pekanbaru yang kebakaran," ujar UAS dalam video klarifikasi yang dibuatnya.

Baca Juga: Produsen Miras Jadi Sponsor Formula E: Gimana Kadrun Sudah Teriak Boikot? Heineken Haram Loh, Nggak Demo Fiks Kalian Munafik!

Kemudian beberapa hari lalu, UAS juga kembali merespons video viral yang berisi potongan ceramahnya yang seolah dirinya memperbolehkan mencuri listrik dan air PDAM.

Faktanya dalam video yang berdurasi lebih panjang, UAS dengan tegas menyampaikan mencuri listrik dan air PDAM hukumnya haram.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Terkait

Terkini