Apa Itu Culture Lag?

Apa Itu Culture Lag? Kredit Foto: Flickr.com

Culture lag adalah sebuah fenomena di mana perkembangan teknologi yang kian cepat tidak dapat diikuti seluruhnya oleh masyarakat karena masih terikat dengan budaya dan norma yang berlaku.

Perkembangan teknologi yang cepat yang tidak diiringi oleh aspek budaya atau masyarakatnya akan membuat ketidakseimbangan antara perkembangan teknologi dan budaya. Hal tersebutlah yang menyebabkan culture lag atau ketertinggalan budaya terjadi.

Baca Juga: Apa Itu Hustle Culture? Budaya Kerja yang Populer di Kalangan Muda

William F. Ogburn selaku pencipta teori culture lag menyatakan bahwa ketertinggalan budaya atau kesenjangan budaya terjadi karena masyarakat masih terikat dengan budayanya dan enggan menerima teknologi modern. Hal tersebut membuat budaya dalam masyarakat membutuhkan waktu yang lama untuk berbaur dengan perkembangan teknologi.

Secara umum, persoalan dari culture lag dibagi menjadi dua hal. Pertama, mengenai perkembangan teknologi yang makin canggih. Kedua, mengenai pola pikir, adat, dan norma masyarakat yang enggan menerima perubahan tesebut.

Contoh umum dari culture lag adalah persepsi masyarakat terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Masih banak masyarakat di Indonesia ang menolak penggunaan alat kontrasepsi karena dianggap tabu. Selain itu, masih terdapat masyarakat yang beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.

Baca Juga: Jokowi Ngumpul Bareng Relawan di GBK, Murid Tertua Rizieq Ngomel-ngomel: Biayanya dari Mana Tuh? Mending Buat Korban Gempa Cianjur!

Selanjutnya
Halaman

Terpopuler

Terkini

Populis Discover