Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan turut berduka atas musibah yang dialami keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di mana anak mantan Wali Kota Bandung itu terseret arus saat berenang di Swiss.
Amirsyah mendoakan agar putra sulung Ridwan Kamil segera dapat ditemukan dalam kondisi sehat dan mendoakan dari peristiwa ini terdapat hikmahnya.
"Sebagai manusia bisa tentu merasa sedih kehilangan anak sulung yang dicintai. Oleh karena itu Sekjen MUI turut berduka atas musibah yang terjadi bagi anak Gubernur Jabar Ridwan Kamil, mari kita doakan semoga dari peristiwa ini ada hikmahnya," katanya kepada Populis.id pada Senin (30/05/2022).
Baca Juga: Tudingan Pansos Gegara Ramal Anak Ridwan Kamil, Mbak Rara Santai: Nggak Sih Kan Aku Sudah Terkenal
Namun, di sisi lain ia menyayangkan adanya peramal yang turut ikut campur dalam peristiwa ini.
Diketahui, peramal sekaligus pawang hujan Rara Istiati Wulandari menyebut anak Ridwan Kamil sudah meningal dan ia mengklaim bisa berkomuninkasi dengannya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Cuti Cari Eril yang Hilang Kena Arus, Wagub Jabar: Saya Minta...
Amirsyah menegaskan bahwa mustahil manusia bisa memprediksi kematian seseorang dan soal ruh adalah urusan Allah. Maka, ia menegaskan bahwa ramalan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
"Kita percaya kepada Allah bahwa Allah maha kuasa mentakdirka. soal hidup dan mati bagi manusia, jadi soal ramalan tidak sejalan dengan prinsip aqidah Islam. Soal roh itu urusan Allah karena ilmu manusia sangat terbatas," tuturnya.
Baca Juga: Ya Allah, Ridwan Kamil Tabah Sampai Minta Maaf Gegara Ini
Pria yang akrab dengan sapaan Buya Amirsyah ini kemudian mengutip salah satu ayat di Al-Quran yakni Al-Isra' ayat 85. Dalam ayat itu menekankan bahwa ruh murni urusan Allah, bukan urusan manusia
"Ada ayat di surat Al-Isra' ayat 8t yang menyebutjan, 'Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit'," tututurnya.
Baca Juga: Sebelum Hanyut Terbawa Arus, Adik Kandung Ridwan Kamil Sebut Eril Sempat Teriak
Maka, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan ramalan atau percaya terhadap ramalan tersebut. Menurutnya, konsekwensi dari tindakan tersebut adalah musyrik atau mensukutan Allah.
"Jangan percaya kepada ramalan karena konsekuensinya me sekutukan Allah (musyrik). Dan musyrik termasuk dosa besar di sisi Allah," pungkasnya.