BNPT Minta Anggaran Tambahan Rp64 Miliar, Sebagiannya Bakal Dialokasikan Buat Satgas Medsos

BNPT Minta Anggaran Tambahan Rp64 Miliar, Sebagiannya Bakal Dialokasikan  Buat Satgas Medsos Kredit Foto: Taufik Idharudin

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta kenaikan anggaran sebesar 64 Miliar untuk tahun 2023. Hari ini, Kepala BNPT, Boy Rafli Amar bersama jajarannya mengadakan rapat kerja dengan Komisi III DPR RI untuk membahas hal tersebut. 

"Kami diundang untuk dapat memberikan penjelasan berkaitan surat kami untuk masalah penambahan anggaran. Jadi tambahan anggaran untuk tahun 2023," katanya kepada Populis.id di Komplek Parlemen, Jakarta pada Senin (30/05/2022).

Baca Juga: Geger! Netizen Tuding JK, Anies hingga Rizieq Jadi Anggota Gangster Penjual Ayat, Fotonya Disandingkan dengan Anggota Yakuza

Kenaikan anggaran ini menurut Boy didasari atas adanya beberapa frekuensi kegiatan yang perlu dilakukan. Karena dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi refocusing anggaran berkaitan dengan masalah Pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan BNPT dengan 64 Miliar itu adalah untuk kegiatan kontra radikalisasi. Kegiatan ini, menurut mantan Kapolda Papua itu nantinya akan melibatkan masyarakat.

"Jadi kami jelaskan soal kontra radikalisasi itu di depan Komisi III tadi. Anggaran itu coba kita kaitkan dengan kegiatan yang bisa dilakukan bersama masyarakat," paparnya. 

Selain itu, anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk Satgas Sosmed BNPT. Satgas ini menurut Boy bukan untuk buzzer, tapi untuk membuat konten yang edukatif dan melakukan kontra narasi radikalisme yang berkembang di media sosial.

"Medsos kita mengetik, maka Satgas ini bagaimana menggunakan medsos ini dalam rangka melakukan literasi, edukasi, kontra narasi, terhadap konten-konten yang mengarah radikalisme. Jadi ini perlu ada kontra," tuturnya.

"Jadi kita fokus pada pencegahan, selain di medsos kita juga lakukan kontra radikalisme di perguruan tinggi. Hal ini akan melibatkan civitas akademika agar universitas kita bersih dari paham radikalisme," sambungnya.

Baca Juga: Masih Mendidih Lihat UAS, Cucu Nabi Kembali Lontarkan Kritikan Maut, Sampai Sebut-sebut Ulama Jahanam, Astaga

Di sisi lain, jajarannya sedang membahas kemungkinan melakukan Pinjaman Luar Negeri (PLN). Untuk jumlah PLN, ia tidak merinci karena saat ini sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas. 

"Namun PLN nanti untuk 5 tahun ya, bukan untuk satu tahun. Jumlahnya belum bisa dirincikan karena masih dibahas, nanti kalau sudah update kita inforkan lebih lanjut," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover