Cibiran untuk Program Poligami PKS yang Dinilai Memperburuk Stigma Janda

Cibiran untuk Program Poligami PKS yang Dinilai Memperburuk Stigma Janda Kredit Foto: Sigid Kurniawan

Baru-baru ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, PKS sempat membuat sebuah program internal yang mengizinkan kadernya untuk berpoligami dengan janda, khususnya yang berkemampuan secara finansial.

Adapun program bernama solidaritas tiga pihak tersebut tercantum dalam program Unit Pembinaan Anggota (UPA) PKS yang bertujuan memuliakan anak yatim.

"Anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih satu, mengutamakan pilihannya sebagai aromil dan awanis," tulis PKS dalam program tersebut.

Seperti dijelaskan oleh Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, diadakannya program ini berangkat dari pandemi Covid-19 yang menimbulkan banyaknya kader partai yang meninggal dunia, meninggalkan banyak janda yang membawa anak yatim. Ia juga menyebut bahwa poligami sudah diatur dalam Agama.

"Karena kebolehan ini supaya maslahat. Intinya kan samawa. Supaya di situ kerangkanya, perlu etika dan perlu diatur. Karena itu, kita bikin etikanya. Di antaranya bagi yang punya kemampuan membantu fakir miskin, membantu anak yatim, dan seterusnya. Jadi dibahas, dikaji satu program khusus, jadi kita lebih tekankan yatim-yatim ini kan juga aset yang bisa membawa orang ke surga Insya Allah," terang Surahman pada Kamis (30/9/2021).

Kebijakan yang dikeluarkan PKS tersebut menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah berasal dari Komunitas #SaveJanda yang mengecam program tersebut. Program ini dinilai hanya akan memperburuk stigma atas janda.

Baca Juga: PKS Bikin Program Baru, Sarankan Kader Berpoligami Dengan Janda

Menurut Founder Komunitas #SaveJanda Mutiara Proehoeman, program yang diusung PKS itu justru akan sangat merendahkan wanita-wanita berstatus janda.

"Sebagai partai politik, seharusnya PKS lebih peka terhadap beban berlapis yang dialami perempuan berstatus janda di Indonesia akibat stigma negatif terhadap mereka. Narasi-narasi misoginis seperti imbauan kader untuk berpoligami dengan janda ini hanya memperburuk stigma tersebut," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (30/9/2021).

Ia juga menyebut bahwa program yang mengusung dalih menolong janda dan anak yatim tersebut merupakan sebuah narasi kemunduran yang menempatkan perempuan hanyalah sebagai objek. Hal ini menurutnya mengkhianati kesetaraan gender.

"Dalih menolong janda dan anak yatim dengan poligami ini kami nilai sebagai sebuah narasi kemunduran yang mengkhianati perjuangan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan," sambungnya.

Mutiara menilai bahwa memang kemiskinan masih menjadi masalah utama bagi banyak perempuan di Tanah Air, khususnya janda. Namun ia menegaskan bahwa poligami bukan solusinya.

"Solusi bagi kemiskinan yang dialami oleh perempuan janda adalah program-program pemberdayaan, bantuan modal usaha, pelatihan-pelatihan serta akses terhadap lapangan pekerjaan. Anak yatim dibantu dengan beasiswa atau program orang tua asuh, bukan mempoligami ibunya," tandasnya.

Tak hanya Komunitas #SaveJanda, netizen juga turut mencibir PKS atas program poligami tersebut. Banyak di antara mereka yang meledek program menggandakan istri tersebut.

"Akhirnya gua ketemu alasan tepat kenapa harus gabung PKS nantinya.. Hidup PKS!!" tulis pegiat media sosial Denny Siregar menyindir dalam cuitannya, dikutip Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Biasa Nyinyirin PKS, Sekarang Ada Rencana Mau Gabung, Kenapa Tuh?

"Berhasil angkat isu G30S/PKI, Hari ini PKS sarankan Kader nya agar Ber POLIGAMI, Adapun aturan tsb tercantum dlm program UPA di poin 8 yg berbunyi, Anggota laki2 yg mampu dan siap beristri lebih dari satu. Hidup Hidung belang Buruan Daftar Kader PKS," tulis akun @RD_4WR1212 meledek.

Meski begitu, PKS kini kabarnya telah mencabut program tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat karena telah membuat gaduh akibat diadakannya program tersebut.

"Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia," Kata Surahman Hidayat dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Sadar Buat Gaduh, PKS Hapus Program yang Anjurkan Kadernya Poligami

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini