Omongan Ade Armando Nggak Kira-kira, Kali Ini Menggelegar Banget: Mudah-mudahan Umat Islam Bisa Terbuka Kesadaran dan Mata Hatinya!

Omongan Ade Armando Nggak Kira-kira, Kali Ini Menggelegar Banget: Mudah-mudahan Umat Islam Bisa Terbuka Kesadaran dan Mata Hatinya! Kredit Foto: Sumber Lain

Pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia atau UI Ade Armando menegaskan peraturan wajib berhijab masih bisa diperdebatkan. Memutuskan untuk berhijab atau tidak kata Ade adalah sebuah pilihan yang tidak dapat dipaksakan oleh siapapun. 

Pernyataan itu disampaikan Ade setelah dirinya mendapat laporan tentang seorang siswi yang dipaksa berjilbab di sebuah Sekolah Negeri. Ade tidak mengungkapkan secara detail soal siswi tersebut. Namun, katanya, siswi tersebut tinggal di Jawa barat. Dimana siswi tersebut sampai diancam guru di sekolahnya, jika tetap ngotot tidak mengenakan hijab dia bakal diberi nilai jelek. 

Baca Juga: Bergidik! Ancaman Ahli Spiritual Ini Nggak Main-main, Ngaku Bakal Beber Semua Kejahatan SBY: Saya Tidak Bisa Melindungi Pepo Lagi!

“Tentu adalah hak seseorang untuk menganggap ada aturan Allah yang mewajibkan perempuan berjilbab. Namun yang disebut aturan berjilbab itu adalah sesuatu yang yang bisa diperdebatkan,” kata Ade dikutip Rabu (1/6/2022). 

Ade menjelaskan, di dalam Islam tidak ada peraturan yang dengan tegas mengatur para muslimah  untuk berhijab. Jadi menurutnya ketika seseorang memilih untuk tidak berhijab sebaiknya tidak dipersoalkan apalagi sampai melakukan pemaksaan. 

“Jadi, sebenarnya berjilbab seharusnya menjadi pilihan yang bisa diikuti atau tidak. Karena itu, kewajiban berjilbab adalah yang tidak bisa diterima,” katanya lagi. 

Ade melanjutkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan hijab kadang - kadang keliru karena dicekoki ajaran dari pemuka agama tertentu sehingga mereka menggap penggunaan hijab adalah peraturan yang mutlak diikuti semua muslimah. 

 “Atau yang lebih penting, mudah-mudahan umat Islam bisa terbuka kesadaran dan mata hatinya bahwa berjilbab adalah sebuah pilihan yang bisa diikuti atau tidak oleh semua perempuan tanpa harus dipaksa,” tuturnya. 

Baca Juga: Eril Belum Ditemukan Setelah Sepekan Hilang di Sungai Aare Swiss, Ridwan Kamil dan Istri Mulai Turun Tangan Bantu Polisi Lakukan Pencarian

Lebih jauh Ade mengatakan pemaksaan kehendak kepada perempuan untuk mengenakan hijab tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah seperti yang disebutkan tadi. Kasus model begini lanjut Ade masih banyak ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Dia mengaku menyayangkan hal tersebut. 

“Dan yang lebih menyedihkan, yang mengalami penderitaan semacam ini bukan cuma dia sendirian. Ini terjadi di mana-mana di Indonesia,” tukasnya. 

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini