Gerakan Radikalisme di Lingkungan ASN Semakin Mengkhawatirkan, Anak Buah Tito OTW Kantor BNPT, Boy Rafli Langsung Diajak Ngobrol

Gerakan Radikalisme di Lingkungan ASN Semakin Mengkhawatirkan, Anak Buah Tito OTW Kantor BNPT, Boy Rafli Langsung Diajak Ngobrol Kredit Foto: Taufik Idharudin

Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugeng Hariyono mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dia menemui orang nomor satu di lembaga itu  Komjen Pol Boy Rafli Amar untuk membicarakan berbagai hal. Salah satu fokus obrolan mereka adalah soal gerakan radikalisme di kalangan  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belakangan marak. 

Untuk membendung laju pertumbuhan gerakan terlarang ini di kalangan ASN, kedua pejabat ini juga banyak berbicara mengenai upaya penanggulangan serta pencegahan yang dilakukan. Sugeng mengatakan para ASN harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah agar bersih dari nilai radikalisme.

Baca Juga: PDIP Geleng - geleng Lihat Kelakuan Mas Anies, Pas Dapat Penghargaan Tampil Paling Depan, Giliran Disuruh Rapat di DPRD Eh Mendadak Hilang

“Kita akan perkuat pelaksanaan mekanisme kerja sama saat ini melalui landasan yang kuat melalui legal standing Perjanjian Kerja Sama, agar pemerintah memberikan perhatian khusus memberikan pembinaan bagi ASN juga keluarganya,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Populis.id pada Kamis (02/06/2022).

Sementara itu, Boy Rafli menyambut baik upaya memperkuat kerja sama tersebut. Mantan Kapolda Papua itu sangat membenarkan jika penyebaran ideologi terorisme dan radikalisme kini berkembang sangat cepat yang tak pandang waktu dan tempat. Boy tak membantah juga, pikiran radikalisme disebarkan termasuk di kalangan ASN.

"Pemerintah daerah (pemda) berperan penting dalam melakukan pencegahan tindak pidana terorisme tersebut. Di sisi lain media sosial kita saat ini banyak berisi tentang ujaran kebencian," tuturnya.

Oleh karena itu, Pria yang juga pernah menjabat di Kadiv Humas Mabes Polri ini menekankan pemerintah tak boleh berpangku tangan. Sebab, ancaman ini kian masif sehingga diperlukan kolaborasi antara Kementerian dan Lembaga terkait agar Indonesia bersih dari radikalisme.

Baca Juga: Omongan Elizabeth Soal Kejahatan SBY Bikin Panas Kuping Orang Demokrat, Kata-kata Yan Harahap Nyelekit Abis: Eks Napi, Penipu Ulung!

“Pemerintahan daerah diharapkan harus berani dalam menangani ancaman dan permasalahan yang ada di lapangan untuk proses penanggulangan tindak pidana terorisme, dan dukungan Kementerian Dalam Negeri menjadi sebuah sinergi untuk memutus penyebaran terorisme dan radikalisme di kalangan ASN,” ujar Boy Rafli.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover