Emosi Netizen Tumpah Atas Mustofa Nahra yang 'Hina' Gus Dur

Emosi Netizen Tumpah Atas Mustofa Nahra yang 'Hina' Gus Dur Kredit Foto: Istimewa

Di tengah-tengah hangatnya momentum peringatan peristiwa Gerakan 30 September kemarin (30/9/2021), nama Presiden keempat RI sekaligus tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) mendiang K.H. Abdurrahman Wahid atau akrab di sapa Gus Dur sempat ramai di jagat media sosial. Pasalnya, ia baru saja 'dihina' oleh seseorang.

Adapun 'penghinaan' tersebut dilontarkan oleh Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya di Twitter. Dalam cuitannya, pria yang akrab disapa Tofa tersebut tengah membahas mengenai isu terkait penolakan film Pengkhianatan G30S/PKI (1984). 

"Waduh....ama film aja takut yak," tulisnya saat tengah mengomentari persoalan tersebut, dikutip Jumat (1/10/2021).

Cuitannya tersebut pun akhirnya dibalas oleh akun @TemenggungPerm1 dengan sebuah meme yang menampilkan Gus Dur. Dalam meme tersebut, tertulis:

"PKI ko ditakutin, itu mainan Soeharto. Film anak2 untuk anak2. Film dewasa utk org dewasa. Film PKI ya khusus utk PKI lah. Gitu aja kok repot," dikutip Jumat (1/10/2021).

Gambar tersebut pun direspons oleh Tofa dengan kalimat bernada satir yang cenderung menyinggung kelemahan fisik mendiang Gus Dur, yakni penglihatannya.

"Film Si Buta dari Goa Hantu, untuk siapa?," kata Tofa sarkastik, dikutip Jumat (1/10/2021).

Baca Juga: Buni Yani Keluarkan Peringatan Keras ke Simpatisan Gus Dur: Wahai Para Buzzer Kalau Kalian Tidak Suka....

Kontan, kalimat yang dilontarkan Tofa tersebut lantas memantik amarah banyak sekali netizen, terkhusus bagi kalangan simpatisan serta pengikut Gus Dur dan NU. Kata-kata kasar bernada makian didaratkan pada cuitan Tofa oleh sejumlah besar netizen atas candaan yang mereka nilai memiliki konteks kelewat batas tersebut.

Di tengah-tengah komentar banyak netizen tersebut, eks-Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi turut mengutarakan tanggapannya. Ia mengimbau pengikutnya di Twitter agar tak meniru apa yang dilakukan Tofa.

"Teman2 followers, mohon jangan ditiru cuitan tidak beradab yang dilakukan mas Mus (Mustofa) ini ya. Inilah definisi memecah belah itu. Semoga teman2 tidak terprovokasi oleh mas Mus," tulisnya, dikutip Jumat (1/10/2021).

Komentar Dedek pun dibalas oleh Tofa dengan kalimat nyeleneh.

"Iya jangan. Susah nirunya," balas Tofa.

Dedek pun kembali merespons dengan menyinggung konteks dari cuitan Tofa. Menurutnya, Tofa memang mengejek Gus Dur, hanya saja dengan kalimat yang implisit sehingga bisa terus berdalih.

"Apa susahnya mencibir kekurangan fisik seseorang yang kita benci secara implisit di sosial media? Tapi lebih banyak mudharat daripada manfaat. Saranku untukmu, mas "jarimu harimaumu", lebih berhati-hati dalam berucap, apapun tujuanmu melakukan ini," tandas Dedek.

Adapula netizen yang mengungkit perihal persoalan Tofa yang sempat menjadi tahanan pada 2019 lalu. Adapun penahanannya tersebut sebelumnya ditangguhkan dengan alasan dirinya menderita asam urat dan diabetes, dengan istrinya sebagai jaminan. Sehingga kini ia bisa hidup menghirup udara segar.

"GADA BAGUS2NYA AKHLAK DAN TAMPANG SI CELENGAN SEMAR. KAPAN LO MASUK BUI LAGI..??," kata akun @_LOVE_AG4EVER menyinggung riwayat Tofa yang pernah mendekam di penjara.

Salah seorang netizen juga mencolek akun milik Kepala Analis CCIC Polri Yunus Putra. Ia menanyakan terkait kasus yang menimpa Tofa sebelumnya, dimana hingga kini kasusnya tak dilanjutkan.

"Pak @M!_nusaputra izin bertanya, kasus tofa ini bagaimana dlu ya, bukannya dia belum disidang ya kok ga dilanjutkan lg kasusnya? Mohon ditindak lanjuti lg kasusnya pak, kasian tu kasus dlm peti es ga dikeluarin," tulisnya sambil menampilkan tangkapan layar cuitan Tofa.

Pegiat media sosial Yusuf Dumdum juga turut menanggapi cuitan Tofa tersebut. Ia menyebut perihal banyaknya orang-orang yang berakhir memperoleh balasannya akibat menghina kekurangan fisik Almarhum Gus Dur.

"Ngerih sekali tweet orang ini. Dulu juga ada loh yg ngatain buta-buta dan segala macam, dan sekarang lihat saja mereka sudah mendapatkan balasannya. Mungkin nanti giliran @TofaTofa_id ?," ujar Dumdum, dikutip Jumat (1/10/2021).

Sementara itu, Tokoh NU Nadirsyah Hosen atau akrab disapai Gus Nadir juga turut turun tangan atas cuitan tersebut. Alih-alih menghina dan mengancam, ia justru berusaha menenangkan amarah netizen terhadap Tofa.

"Gak usah kepancing yah para sahabat. Kalem aja menghadapi Tofa. Kemuliaan dan kehinaan seseorang bukan akibat kata-kata orang lain. Tapi lewat sikap dan amalan kita sendiri yg dinilai oleh Tuhan. Kita doakan Tofa dan keluarga agar selalu sehat & lancar rejekinya. Al fatihah," ungkap Gus Nadir, dikutip Jumar (1/10/2021).

Tofa sendiri atas banyaknya serangan dari netizen terhadap cuitannya tersebut cukup banyak merespons. Adapun respons yang ia utarakan adalah berupa dalih-dalih bahwa cuitannya tersebut sama sekali tak ditujukan untuk Gus Dur. 

"Dimana sih, letak hinaannya? Kan disitu ada netizen posting meme dikasih teks. "Film anak2 untuk anak2. Film dewasa untuk org dewasa. Film PKI ya khusus untuk PKI". Lalu saya komen: Film Si Buta dari Gua Hantu untuk Siapa? Sekali lagi dimana bunyi hinaannya?," pungkas Tofa pada salah satu dalihnya.

Terlepas dari kehebohan tersebut, meme tersebut akhirnya dikonfirmasi sebagai hoax, seperti diutarakan oleh mantan Juru Bicara Gus Dur, Adhie Massardi. Ia membantah jika kata-kata dalam meme tersebut keluar dari mulut Gus Dur.

"HOAX, untuk hal yg penting, baik pernyataan sikap maupun yg disampaikan Gus Dur melalui joke, selalu ada repetisi, diulang Gus Dur di berbagai tempat dan peristiwa. Joke soal G30S/PKI ini tidak pernah sy dengar selama mendampingin Gus Dur. Arifin C Noer (stdr) sohib GD," ujar Adhie dalam cuitannya, dikutip Jumat (30/9/2021).

Baca Juga: PKS: Pemutaran Film G30S/PKI Perlu Dilakukan Sebagai Pengingat Sejarah

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini