Sindir Para Ketum Parpol KIB, Fahri Hamzah: Itu Orang-Orang Bingung

Sindir Para Ketum Parpol KIB, Fahri Hamzah: Itu Orang-Orang Bingung Kredit Foto: Instagram Fahri Hamzah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyindir pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) oleh tiga parpol, yaitu Golkar, PAN, dan PPP.

"Ini orang-orang bingung," kata Fahri ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6).

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu siap menguliahi para ketum parpol dari KIB apabila mereka tidak terima disindir sebagai orang-orang bingung.

Baca Juga: Fahri Hamzah Soroti Durasi Masa Kampanye Hanya 75 Hari: Seharusnya Setahun! Biar Rakyat Tahu Siapa Capresnya

"Coba panggil semua Ketum KIB itu saya kasih tahu enggak ada itu namanya koalisi itu, salah berpikirnya, ini keliru," kata Fahri.

Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) itu kemudian mengatakan Indonesia sebenarnya menerapkan sistem presidensial dalam berdemokrasi.

Dalam sistem itu, kata dia, partai politik tidak mengenal koalisi seperti lazim terjadi dalam sistem parlementer.

Baca Juga: Pede Pantas Jadi Presiden, Seloroh Fahri Hamzah: Pantas Lah, Cuma Nggak Punya Duit...

"Kalau parlementer ada koalisi, pembentukan koalisi itu identik dengan pembentukan the rulling majority dalam parlementer," kata Fahri.

Dia menyatakan sistem presidensial itu rakyat memilih pemimpin di lembaga eksekutif secara langsung. Begitu pula di sektor legislatif yang dipilih langsung rakyat.

Dengan begitu, kata Fahri, setiap legislator dalam sistem presidensial bertugas sebagai oposisi bagi pemerintahan untuk menjalankan fungsi pengawasan, bukan bekerja sebagai pendukung lembaga eksekutif.

Baca Juga: Mulai dari Projo Sampai Luhut Hadiri Silatnas KIB, Ada Apa?

"Sebenarnya tidak boleh berkoalisi di dalam sistem presidensial karena itu artinya persekongkolan," ungkap dia.

Fahri pun menyebut elite yang masih rutin berbicara koalisi di sistem presidensial tidak paham politik dan perlu belajar hukum tata negara.

"Jadi, saya kira elite ada semacam kekurangan memahami sistem kita ini bahwa tidak ada yang namanya koalisi di dalam sistem presidensial," ungkap alumnus Universitas Indonesia (UI) itu.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Terkait

Terkini