Panas! Prabowo Singgung Soal Pilpres 2024: Jangan Mau Diajak yang Radikal-radikalan

Panas! Prabowo Singgung Soal Pilpres 2024: Jangan Mau Diajak yang Radikal-radikalan Kredit Foto: Akurat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyinggung soal politik Indonesia makin memanas menjelang Pilpres 2024.

Menurut Prabowo, persaingan dalam politik biasa terjadi tapi tetap harus menganggap semua pihak sebagai saudara sebangsa.

"Jadi jangan mau diajak yang radikal-radikalan. Semua agama mengajarkan kebaikan," ucap Prabowo saat memberikan ceramah ilmiah dalam wisuda Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

"Kalau ada yang mengajarkan kebencian pasti niatnya lain. Jangan-jangan itu ada negara asing yang mau memecah belah bangsa. Bagi saya, Pancasila sudah terbukti pemersatu bangsa," sambungnya.

Baca Juga: Tegas! Prabowo Ingatkan Jangan Mudah Dipecah Belah, Politik Kita Boleh Bersaing Keras, Tapi...

Selain itu, Prabowo juga mengatakan kekuatan nasional yang terdiri atas unsur demografi, sumber daya alam, ekonomi, politik, militer, berperan penting bagi Indonesia menghadapi tantangan global.

Ketum Gerindra itu mengatakan, menurut Profesor Hans Joachim Morgenthau, yang dikenal sebagai guru hubungan internasional dengan aliran realis mengakui kenyataan.

"Mereka mengatakan dalam hubungan antara negara yang berlaku adalah kekuatan atau power," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyampaikan sebagaimana disebutkan ahli sejarah Thucydides bahwa pihak yang kuat dapat melakukan apa pun yang dia mampu lakukan.

"Seperti kata ahli sejarah Thucydides, pada 2.500 tahun yang lalu bahwa the strong will do what they can, the weak suffer what they must (yang kuat akan melakukan yang dia mampu, yang lemah akan menderita oleh apa yang harus dideritanya),” ucap dia.

Prabowo membedah unsur-unsur kekuatan nasional tersebut dengan menyoroti aspek militer yang merupakan salah satu unsur kekuatan nasional bernilai penting.

Baca Juga: Astaganaga! Mobil Komando Aksi FPI Reborn Abal-abal Pernah Dipakai Demo PDIP dan Tolak Formula E, Hisyam Mochtar: Fitnah Mana Lagi...

“Bangsa itu apakah mampu mengolah, me-manage (mengelola), mendirikan, dan melatih tentara yang baik. Kita punya kekayaan yang luar biasa, jadi kita perlu tentara yang baik,” ujar Prabowo Subianto

Lihat Sumber Artikel di GenPI Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan GenPI.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover