Heboh Nasi Padang Babi, Habib Hafidz Alattas: Mengapa Kita Gusar? Apa Salah Mereka?

Heboh Nasi Padang Babi, Habib Hafidz Alattas: Mengapa Kita Gusar? Apa Salah Mereka? Kredit Foto: Isitimewa

Sekjen Majelis Hikmah Alawiyah (MAHYA), Habib Hafidz Alattas, mengomentari soal hebohnya restoran nasi padang yang bernama Babiambo karena menjual rendang babi.

Hal itu disampaikan oleh Habib Hafidz melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Gegara Nasi Padang Babi, Husin Shihab Minta Ustaz Hilmi Diproses Hukum: Biar Jera dan..

Awalnya, Habib Hafidz membalas salah satu cuitan Ustaz Hilmi Firdausi.

Dalam balasan tersebut, Habib Hafidz menegaskan kalau masyarakat non muslim berhak mengolah makanan mereka dengan cara apa pun yang disukai mereka.

Ia bahkan menyebut bahwa umat Islam seharusnya berterima kasih karena restoran tersebut sudah menyantumkan label ‘non halal’.

Apalagi, restoran itu sudah tutup dua tahun yang lalu. Mereka juga menjalani bisnis nasi padang babi hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

“Teman2 non-muslim berhak mengolah makanan mrk dgn cara apapun sesuai selera mereka,” tulisnya dikutip Populis.id dari cuitan akun @HafidzAlattas pada Senin (13/6/2022).

Ia menambahkan, “Harusnya kita terimakasih yg punya resto sdh ngasih label "Non-Halal", mengapa kita gusar? *saya tahu resto sdh tutup,apa salah mereka?”

Habib Hafidz kemudian menunjukkan data yang memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk Islam terbesar yang paling banyak mengonsumsi daging babi.

Baca Juga: Hadiri Pemakaman Eril, Mbak Rara Minta Rokok ke Sekda untuk Lakukan Hal Ini: Saya Melihat..

Ia menyampaikan, “Tahukah kalian Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar yg paling banyak mengkonsumsi daging babi: FAKTA.”

“Temen2 non-muslim di Indonesia jumlahnya sekitar 30 juta. Lumayan banyak ya. Menurut FAO, Indonesia menghasilkan 8,54 juta Babi di tahun 2018,” sambung Habib Hafidz.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap bahwa Indonesia merupakan negara pertama dengan populasi muslim terbesar di dunia yang memiliki produktivitas babi yang tinggi.

Hal itu dilatarbelakangi oleh besarnya bisnis dan konsumsi penduduk non muslim di Indonesia.

“Negara pertama dgn populasi muslim terbesar di dunia yg memiliki produktivitas Babi yg tinggi karena besarnya bisnis dan konsumsi penduduk non-Muslimnya,” jelasnya.

Dengan begitu, ia menegaskan bahwa apa saja yang dijual di resto atau tempat makan lainnya tidak masalah asalkan memilki label yang jelas.

Habib Hafidz menuturkan, “Mau jualan di toko, di resto, dimasak apa aja asal labeling jelas selama ini ga masalah. Karena ini, Indonesia dipuji dunia.”

Ramainya nasi padang babi dinilai diawali dari cuitan yang dibuat oleh Ustaz Hilmi Firdausi.

Baca Juga: Hampir 10 Ribu Buruh Bakal Unjuk Rasa di DPR pada Hari Rabu, Simak Tuntutannya!

Sebelumnya, Ustaz Hilmi menyebut bahwa restoran padang yang menjual rendang babi tersebut sudah melewati batas.

Hal itu karena masakan rendang merupakan khas Minang, sedangkan Minang identik dengan Islam.

“Menurut saya ini sudah melampaui batas. Warga Minang teguh dengan prinsip: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tulis Ustaz Hilmi melalui akun Twitter-nya.

Oleh karena itu, saat diketahui bahwa restoran padang tersebut sudah tutup sejak dua tahun lalu, Ustaz Hilmi menjadi sasaran hujatan netizen karena dinilai menyebarkan kebohongan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover