Menu Rendang Babi Bikin Heboh, Pendeta Gilbert Heran: Bumbu Masak Nggak Ada Agamanya, Jadi Lucu Bener Bangsa Ini...

Menu Rendang Babi Bikin Heboh, Pendeta Gilbert Heran: Bumbu Masak Nggak Ada Agamanya, Jadi Lucu Bener Bangsa Ini... Kredit Foto: suara.com

Pendeta Gilbert Lumoindong ikut menyoroti ribut-ribut soal rumah makan di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang menyediakan menu olahan non-halal. 

Ia merasa heran terhadap orang-orang yang mempermasalahkan soal rumah makan padang tersebut menyediakan menu rendang babi.

Pendeta Gilbert mengatakan seharusnya tidak ada masalah dengan menu makanan yang diolah dari daging babi lantaran makanan tak ada agamanya.

“Orang Sumbar yang terhormat, jadi kita nggak bisa bilang rendang ini harus dimasaknya begini,” tutur Pendeta Gilbert melalui videonya di kanal YouTube yang dilansir Populis.id pada Senin (13/6/2022).

“Orang mau bikin rendang tempe, orang yang punya rendang siapa, jangan diklaim satu provinsi, satu kelompok agama saja. Bumbu masak nggak ada agamanya, jadi lucu bener rasanya bangsa ini,” katanya.

Pendeta Gilbert menilai seharusnya tidak perlu dipermasalahkan, namun jika kuliner tersebut dipasarkan dengan bahasa makanan padang halal karena babi haram baru menjadi masalah. 

Baca Juga: Haru! Usai Pemakaman Eril, Ridwan Kamil Ungkap Sepenggal Cerita Hikmah Kepergian Anaknya

Maka kalau dipasarkan rendang babi makanan halal, di situ jelas saya tak setuju dong,” ujarnya. 

Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal kuliner Indonesia yang mengandung bahan dasar dari babi namun dimodifikasi dari bahan lain. 

Tahu nggak saudara, yang namanya bakcang, bakmi, jadi segala sesuatu yang pakai 'bak' itu singkatan dari babi. Makanya di Manado ada mie bak itu artinya mie babi. Bakmi ayam padahal itu bak itu babi awalnya, kemudian dimodifikasi jadi misalnya ada bakmi ayam," tuturnya.

“Belum lagi nih, orang Sunda kan familiar dengan ayam geprek, terus kalau ada babi geprek dan babi penyet, gimana,” tambahnya.

Menurutnya, modifikasi dalam perpaduan makanan itu hal wajar alias normal saja.

“Belum lagi di Bali sudah ada makanan babi guling. Tak masalah bagi saya, justru mestinya bangga khazanah kuliner nusantara bisa seperti itu,” katanya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover