Perjalanan 'Drama' Kenaikan Tiket Candi Borobudur

Perjalanan 'Drama' Kenaikan Tiket Candi Borobudur Kredit Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Berikut ini perjalanan drama kenaikan harga tiket Candi Borobudur sejak diumumukan oleh Luhut Pandjaitan melalui akun instagram pribadinya. Harga yang mulanya berkisar Rp 50 ribuan naik hingga Rp 750.000 dengan berbagai alasan. Sontak, pengumuman tersebut mengejutkan banyak orang dan menuai kontroversi di berbagai kalangan. 

Baca Juga: Opung Luhut Angkat Suara Gegara Tarif Borobudur Diperdebatkan: Jangan Jadi Bangsa Nyinyir Lah!

Diketahui, Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah dan merupakan salah satu candi terbesar di dunia. Candi ini terletak ini kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dengan segala pesona keindahan dan kaya akan sejarah membuat Candi Borobudur mempunyai pesona tersendiri bagi wisatawan. Bukan hanya itu, Candi Borobudur juga masuk dalam 7 keajaiban dunia dan menjadi destinasi super prioritas. 

Dengan rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur yang signifikan membuat banyak masyarakat menyayangkan kebijakan tersebut, terlebih lagi agen travel perjalanan yang harus memutar otak untuk membuat paket wisata yang menarik dengan harga yang tidak terlalu mencekik customer. 

Berikut ini perjalanan drama kenaikan tiket Candi Borobudur: 

Baca Juga: Terkait Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Cipta Panca Sindir Luhut: Dia Bikin Kebijakan Sembarangan, Eh Dia...

Rencana Kenaikan Harga di Umumkan Lewat Media Sosial

Rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur untuk ke stupa di umumkan oleh Luhut Pandjaitan lewat akun instagramnya pada 04 Juni 2022 lalu. Lewat akun instagramnya Luhut menuliskan: 

"Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya 5000 rupiah saja," tulis Luhut 

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini, sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah Nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," tutup Luhut.

Menuai Polemik Dari Berbagai Kalangan 

Rencana kenaikan harga tersebut langsung menuai polemik dari berbagai kalangan. Wakil ketua komisi VI DPR RI meminta agar tiket masuk ke stupa Candi Borobudur bisa memberikan harga yang wajar baik itu untuk wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. 

"Untuk tiket wisatawan lokal, harus terjangkau oleh seluas-luasnya masyarakat Indonesia," kata Sarmuji dalam pernyataannya yang kami lansir dari tirtoid. 

Selanjutnya komentar datang juga dari Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin, beliau meminta untuk kebijakan tersebut dikaji ulang dan dipikirkan matang-matang kembali mengingat kita baru saja mengalami pandemi yang membuat perekonomian merosot. Juga dengan meningkatkan harga akan membuat minat masyarakat menurun.

"Saya minta pemerintah mengkaji ulang rencana kenaikan biaya itu, terutama untuk saudara-saudara kita yang ke situ untuk kegiatan ibadah keagamaan harus mendapatkan kekhususan,” kata Muhaimin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/6/2022), dikutip dari siaran pers.

Akhirnya Ditunda

Setelah menuai banyak polemik dan tanggapan dari berbagai kalangan. Akhirnya Luhut Pandjaitan memutuskan untuk menunda isu rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur. Isu rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur masih di bahas lebih lanjut dan detail dengan TWC (PT Taman Wisata Candi) dan BKP (Balai Konservasi Borobudur). 

Mendengar hal ini, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah merespon dengan positif keputusan Luhut. 

Baca Juga: Pengungsi Cianjur Copot Label Gereja, Pak Polisi: Tidak Intoleransi, Cuman Stikernya yang Dibuka, Tendanya Tetap Dipakai!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover