Demi Generasi Yang Hebat, Puan Dorong DPR Cuti Ibu Hamil Jadi 6 Bulan!

Demi Generasi Yang Hebat, Puan Dorong DPR Cuti Ibu Hamil Jadi 6 Bulan! Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani

DPR telah menyepakati untuk rancangan undang-undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) untuk dibahas lebih lanjut menjadi UU (Undang-Undang) 

Tujuan dirancang RUA KIA menurut Puan adalah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka dengan didorongnya cuti ibu hamil menjadi 6 bulan. RUU KIA ini sekaligus demi melahirkan generasi yang hebat.

Bagi Ibu hamil yang bekerja, cuti melahirkan adalah hal yang sangat penting. Di mana hal yang penting adalah untuk bisa mengAsihi secara ekslusif dan juga mendekati hubungan Ibu dan bayi. Bahkan cuti melahirkan sudah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013 pasal 82, ayat 1. Yang mana buruh atau pekerja perempuan diperbolehkan cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan. Dengan hak gaji yang diterima tetap dan tidak dipotong apapun. 

Baca Juga: Incar Kemenangan Hattrick Pemilu, PDIP Gelar Pendidikan Kader Perempuan

Baca Juga: Mega-Jokowi Kompak, Peluang Puan Dicalonkan Banteng Kian Tinggi

Dalam Rapat Badan Legislasi (Bales) pada Kamis 9 Juni 2022 bersama dengan pemerintah sepakat untuk RUU KIA kemudian dibahas menjadi UU (Undang-Undang) dan untuk kabar selanjutnya akan dibahas dalam sidang paripurna DPR selanjutnya. 

RUU KIA sudah sempat diusulkan pada Februari 2020 lalu dan di tahun 2022 masuk ke dalam daftar Prolegnas RUU Prioritas. RUU ini didasarkan pada sila kedua dan kelima Pancasila yang maksudnya adalah setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 

"Ibu" ibaratnya adalah fondasi bagi anak-anaknya. Jika fondasinya bagus otomatis akan menghasilkan rumah yang kokoh dan bernilai. Ibu yang bahagia dan sehat tentu akan dapat menciptakan anak yang sehat, cerdas, inovatif, dan dengan begitu anak tersebut berpotensi menjadi SDM yang hebat. 

RUU KIA ini meng-highlight masa golden age anak, di mana masa 1.000 HPK (hari pertama kehidupan) yang salah akan berdampak pada kehidupan anak. Jika HPK tidak dilakukan dengan baik, anak bisa mengalami gagal tumbuh kembang serta kecerdasan yang tidak optimal sehingga hal ini bisa menjadi masalah krusial ke depan selain buat anak itu sendiri maupun buat bangsa dan negara. 

Maka Puan menghimbau untuk seluruh elemen pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan dasar Ibu dan anak serta memastikan generasi penerus bertumbuh menjadi SDM yang dapat membawa bangsa ini semakin hebat

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini