Kesal Dengar Gus Miftah Nanya-Sejak Kapan Rendang Punya Agama, UAH Langsung Nyahut, Kaidah Ushul Fiqih Dibawa-bawa, Nahloh!

Kesal Dengar Gus Miftah Nanya-Sejak Kapan Rendang Punya Agama, UAH Langsung Nyahut, Kaidah Ushul Fiqih Dibawa-bawa, Nahloh! Kredit Foto: Instagram Gus Miftah

Ustadz Adi Hidayat (UAH) turut menyoroti pernyataan penceramah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang menyebut rendang tak punya agama.

Omongan itu dilontarkan Gus MIftah beberapa hari lalu menanggapi polemik rendang babi di restoran Babiambo, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang bikin geger belum lama ini. 

Terkait pernyataan Gus Miftah itu, Ustadz Adi Hidayat memberi jawab nyelekit. Dia  menilai omongan tersebut sama sekali tak berfaedah. Dia menegaskan banyak pihak yang geram dengan keberadaaan rendang babi itu sebab jenis kuliner yang satu ini memang sudah melekat dengan masyarakat Minangkabau. 

Baca Juga: Gus Miftah Bilang Rendang Nggak Punya Agama, Jawaban Ustadz Adi Hidayat Auto Bikin Mingkem, Duh Sampai Dikata-katain Kurang Kerjaan!

Dia mengatakan, masalah rendang ini sama seperti masalah pengklaiman yang dilakukan negara lain kepada budaya Indonesia.  Ketika mereka mengatakan batik, calung, angklung adalah milik mereka orang - orang Indonesia langsung sewot lantaran benda - benda tersebut sudah melekat dengan negara ini, begitu juga redang yang sudah identik dengan makanan  halal dari Padang dimodifikasi dengan masakan non halal,  maka masyarakat jelas ramai - ramai memprotesnya. 

“Sejak kapan rendang itu punya agama? Maka dijawab, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan.  Sudah melekat. Calung, angklung, itu budaya Indonesia. Melekat ke Indonesianya karena itu tidak ingin diklaim oleh negara-negara lain. Pertanyaannya, sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja,” kata Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah video yang diunggah akun twitter @yaniarsim dikutip Populis.id Senin (20/6/2022).

“Artinya itu pertanyaan yang tidak berfaedah. Kenapa? Karena memang itu sudah menjadi bagian dari budaya yang melekat. Dalam kaidah Ushul Fiqih, dikatakan kalau sudah melekat, sudah melekat, sudah baik dikenal dengan itu, maka jadi dihukum, kalau sudah jadi dihukum, maka dikenal di masyarakat,” tambahnya. 

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, ketika rendang dimodifikasi dengan kuliner non halal, maka citarasa dari makanan ini juga jelas berubah. Selain itu rendang babi juga bikin rusak citra masakan padang yang selama ini dikenal halal. 

“Kalau berbeda dengan itu, rasanya nanti ada sesuatu yang nyeleneh Rendang itu produk masyarakat Minang, budaya di Minang falsafahnya berbunyi. adat bersanding syara’, syara’ bersanding kitabullah, karena itu setiap yang keluar dari Minang lengkap dengan syariat, walaupun produk makanan. jadi jangan tanyakan tentang agamanya. Jadi jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agama pada makanan, itu namanya pertanyaan kurang kerjaan,” tukasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pendakwah Gus Miftah menyoroti kehebohan gerai rumah makan padang yang menyediakan rendang Babi. Restoran yang beroperasi  di Kelapa Gading, Jakarta Utara itu dihujat oleh sejumlah pihak lantaran dinilai melecehkan masyarakat Minangkabau dan umat Islam. 

Gus Miftah sebetulnya tak terlalu mempermasalahkan keberadaan restoran tersebut. Penceramah yang dikenal sebagai musuhnya Ustadz Khalid Basalamah itu mengatakan, umat non muslim punya hak untuk mengolah makanan sesuai selera mereka. 

Hal itu disampaikan Gus Miftah dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa 14 Juni 2022.

Baca Juga: Setelah Rendang Babi, Abbas MUI Dibuat Dongkol Lagi Sama Abang-abang Tukang Nasi Uduk Babi: Kok Ada Orang….

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 168, wahai para manusia makanlah makanan yang halal dan baik yang ada di muka bumi,” ujarnya.

“Kewajiban makan makanan yang halal itu untuk orang Islam ya, orang non Islam ya terserah mau makan apa. Termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa, ya selera mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gus Miftah juga mengucapkan terima kasih kepada penjual makanan yang memberikan label non halal. Menurutnya, jika melihat penjual makanan menjual babi tidak usah emosi dan cukup tidak membelinya.

“Sehingga ketika melihat makanan non halal yang kita lakukan jangan emosi, cukup ga usah dibeli, selesai. Ngomong-ngomong sejak kapan ya rendang punya agama,” tanya Gus Miftah.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover