Janji Bayar Tanpa APBD, Begini Fakta Seputar Hutang Rp90 Miliar Jakpro Usai Formula E

Janji Bayar Tanpa APBD, Begini Fakta Seputar Hutang Rp90 Miliar Jakpro Usai Formula E Kredit Foto: Instagram/AlbertoLongo

Usai ajang balapan Formula E Jakarta yang dilaksanakan pada 4 Juni 2022 lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta melaporkan PT Jakarta Propetindo atau Jakpro masih memiliki hutang sebesar Rp90 miliar atau 5 juta poundsterling. 

Simak fakta seputar temuan BPK usai penyelenggaraan Formula E Jakarta. 

1. Hutang untuk bayar sisa commitment fee

Hutang tersebut untuk membayar sisa biaya komitmen (commitment fee) yang totalnya adalah Rp653 miliar. 

Informasi tersebut dibeberkan oleh Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemprov DKI tahun 2021 yang ditandatangani Kepala BPK DKI Dede Sukarjo. 

Baca Juga: Masih Ngutang Rp90,7 Miliar ke Formula E, Wakilnya Mas Anies Ogah Pusing : Silahkan Tanya ke yang Lebih Ngerti!

2. Sebanyak Rp560,3 miliar sudah dibayar di muka

Hutang sebesar Rp90 miliar itu merupakan sisa dari biaya komitmen yang sudah dibayar di muka sebesar Rp560,3 miliar untuk tahap satu dan dua 2019 dan tahap satu 2020. 

Biaya komitmen itu berlaku kontrak jangka panjang sesuai dengan persetujuan dua belah pihak yang telah diteken. Pembayaran tersebut diambil dari APBD DKI Jakarta tahun 2019 dan tahun 2020. 

"Beban jasa dibayar di muka senilai Rp560.309.999.255 yang telah dibayarkan setara dengan £31.000.000,00 merupakan commitment fee atas kewajiban," kata Dede menanggapi LPH itu, dikutip Senin (20/6).

"(Commitment fee) untuk tahap 1 dan tahap 2 Tahun 2019 serta kewajiban tahap 1 Tahun 2020 sesuai kontrak jangka panjang dalam City Host Agreement," lanjutnya. 

Baca Juga: Kasus Formula E Masuk Babak Baru, BPK Bongkar Hal Mengejutkan!

3. Sempat mengalami renegosiasi

Seusai pembayaran kedua tahap tersebut rampung, pandem Covid-19 melanda negeri sehingga ajang balap mobil listrik tersebut yang seharusnya diadakan tahun 2020 tak bisa dilaksanakan.

Sehingga, Jakpro memohon negosiasi ulang dengan Formula E Operations (FEO) selaku pemegang lisensi. 

Renegosiasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memberikan keringanan berupa berlakuknya biaya komitmen untuk tiga musim balapan, yakni dalam rentang 2022-2024 yang sebelumnya 2020-2024.

Kesepakatan tersebut juga menghasilkan angka pembayaran biaya komitmen sebesar 36 juta poundsterling. 

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover