Prof Siti menambahkan, parpol harus melakuka kaderisasi dengan saksama. Menggunakan sistem kaderisasi yang berkualitas, berjenjang sesuai dengan kualifikasinya.
Proses ini, lanjutnya, juga dilengkapi dengan promosi kader yang dilakuka secara merit system.
"Promosi kader dilakukan mengacu pada pertimbangan-pertimbangan logis, objektif dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan mengedepankan cara-cara nepotisme, kolutisme, kekerabatan dan kedekatan semata. Sehingga kader-kader yang berkualitas dan kompeten justru terpinggirkan," bebernya.
Akan tetapi, cara pandang parpol masih mengedepankan pragmatisme. Akibatnya, parpol tidak ingin bersusah payah untuk meraih hasil.
"Sebaliknya, menjadi sangat kompromistis dengan cara-cara yang acapkali merugikan bangsa dan negara," pungkasnya.
Lihat Sumber Artikel di GenPI Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan GenPI.