Ada-ada Saja, Ade Armando Minta MK Kabulkan Permintaan Nikah Beda Agama! PA 212 Auto Sewot: Otak Itu Di Kepala, Bukan Di Dengkul!

Ada-ada Saja, Ade Armando Minta MK Kabulkan Permintaan Nikah Beda Agama! PA 212 Auto Sewot: Otak Itu Di Kepala, Bukan Di Dengkul! Kredit Foto: Istimewa

Tokoh Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengecam pernyataan Ade Armando terkait perkawinan beda agama di Indonesia. Dosen Universitas Indonesia itu menilai bahwa seseorang yang beda agama, termasuk Islam bisa melangsungkan pernikahan.

Slamet menilai pemikiran Ade Armando semakin tak karuan dan menunjukkan tidak benar dalam menjalankan ajaran agama terlebih Islam. Menurutnya, bekas korban penganiayaan itu sudah memposisikan otak sebagai Tuhan.

"Makin keliatan ga punya pegangan agama. Dia otak jadi Tuhannya, HAM jadi sesembahannya," katanya saat dihubungi Populis.id pada Kamis (23/06/2022).

Baca Juga: Anies Kena Colek Nih, Dikritik Habis-habisan Soal Banjir Hingga Polusi Udara Jakarta, "Yang Begini Mau Jadi Presiden? Edan!"

Ia juga membantah jika dalam Islam memperbolehkan nikah berbeda agama. Slamet menilai hal itu sebagai penafsiran orang liberal yang tak sejalan dengan mayoritas ulama. 

Ia menjabarkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor: 4/MUNAS VII/MUI/8/2005 tentang Perkawinan Beda Agama. Penetapan fatwa yang disahkan oleh Komisi C Bidang Fatwa tersebut, menghasilkan dua poin utama. Pertama, perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.

"Jadi membolehkan nikah muslim dengan di luar muslim adalah tafsir liberal. Fatwa MUI sudah jelas melarang nikah beda agama dan dianggap haram. Makanya jangan seenaknya," ulasnya.

Baca Juga: Lagi Terjerat Kasus Meme Stupa Berwajah Mirip Jokowi, Roy Suryo Dapat Pesan Dari Orang yang Pernah Dilaporkannya: Jantanlah Jangan Jadi...

Nikah itu, kata dia, ranah agama jadi landasannya harus agama bukan yang lain seperti Hak Asasi Manusia (HAM) atau Kebhinekaan. Ia menekankan negara berdasarkan ketuhanan ya g maha esa artinya Indonesia negara berdasar agama (Ketuhanan) jadi tidak boleh ada aturan atau Undang-Undang yang melanggar norma agama.

"Jika kita tidak mau memakai norma agama ya Ade Armando suruh teriak jadikan Indonesia negara komunis dulu. Bang Ade otak taruh di kepala jangan di dengkul," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Ade Armando, mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan judicial review terhadap sejumlah pasal dalam UU Perkawinan sehingga memberi ruang bagi perkawinan beda agama. 

Baca Juga: Tak Ada di Bacalon Presiden Nasdem, Respons AHY Si Santai, Gak Usah Buru-buru Masih Pagi

Perubahan UU Perkawinan diperlukan agar tidak ada lagi warga yang dipaksa mengubah agamanya demi bisa menikahi kekasihnya seperti praktik yang lazim terjadi di tengah masyarakat selama ini.

“PIS percaya setiap warga berhak untuk menikahi siapapun yang dicintainya tanpa harus mengorbankan agama yang diyakininya. Melangsungkan pernikahan dan memeluk agama seharusnya bukanlah dua hal yang saling meniadakan satu dengan yang lain. Karena itu, aturan yang mencederai hak-hak yang dijamin dalam konstitusi tersebut, harus ditinjau ulang,” kata Ade

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini