Alamak! Murid Tertua Rizieq Shihab Tetiba Tuding Ahok Biang Kerok Politik Identitas: Dia Itu Selalu Menyinggung Kitab Suci Umat Islam

Alamak! Murid Tertua Rizieq Shihab Tetiba Tuding Ahok Biang Kerok Politik Identitas: Dia Itu Selalu Menyinggung Kitab Suci Umat Islam Kredit Foto: Hafidz Mubarak A

Murid tertua eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Novel Bamukmin menuding Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah biang kerok dari politik identitas yang memecah belah masyarakat pada Pilkada DKI 2017 silam.

Ahok kata Novel bahkan mempolitisasi ayat kitab suci Alquran untuk kepentingan politik, hingga akhirnya Mantan Bupati Belitung Timur itu kepeleset lidah saat menyinggung Al- Maidah 51 yang berbuntut pada kasus penistaaan agama yang mengantarkannya ke penjara.

Baca Juga: Relawan Ganjar Geleng-geleng Lihat Kelakuan Anies Baswedan: Dia Cuma Menyusahkan Masyarakat

"Dia selalu menyinggung soal kitab suci umat Islam. Puncaknya waktu bilang 'jangan mau dibohongi surah Al-Maidah ayat 51,” kata Novel kepada wartawan Jumat (24/6/2022). 

Pasca Pilkada DKI yang carut marut itu, lanjut Novel isu - isu sensitif dan politik identitas terus dipelihara pihak tertentu untuk melanggengkan kekuasaan. Dia menuding pihak yang tetap menjaga intrik politik kotor itu adalah penguasa.

"Setelah Ahok, sampai saat ini politik identitas justru diduga kuat dimainkan rezim," tuturnya.

Lebih lanjut Novel yang juga merupakan salah satu petinggi Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu mengatakan politik identitas memang harus segera diakhiri. Jangan sampai metode politik seperti  ini dipraktikan pada Pemilu 2024 mendatang sebagaimana yang dikhawatirkan publik sekarang ini. 

Baca Juga: Anies Baswedan Ganti 22 Nama Jalan di Jakarta, Orang Dekat Ibu Mega Nyeletuk, Minta Pak Surya Paloh Dkk Bantu Sosialisasi

"Buat saya setop politik identitas. Setop para buzzeRp dan tangkap para penista agama dengan hukuman maksimal,” tukasnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini