Lagi! Anies Baswedan Babak Belur Kena Sikat Mas Djarot Gegara Ganti Nama Jalan: Lebih Baik Ubah Kehidupan Kumuh Di Sekitarnya

Lagi! Anies Baswedan Babak Belur Kena Sikat Mas Djarot Gegara Ganti Nama Jalan: Lebih Baik Ubah Kehidupan Kumuh Di Sekitarnya Kredit Foto: M Agung Rajasa

Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah 22 nama jalan, gedung, dan zona khusus di Ibu Kota menuai kritik dari mantan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat.

Menurut dia, ada yang lebih penting dari sekadar mengubah nama jalan. Yakni, mengubah kehidupan kumuh di sekitar jalan tersebut agar lebih manusiawi.

Baca Juga: Anies Baswedan Ganti 22 Nama Jalan, Orang PSI Meradang: Jakarta Lebih Butuh Ganti Gubernur, Bukan Ganti Nama Jalan!

"Maka eloknya itu bukan sekadar mengganti nama jalan. Yang lebih substansi adalah sebetulnya mengubah kehidupan-kehidupan yang kumuh di sekitar jalan itu menjadi yang lebih manusiawi. Ya, manusianya yang diubah," tutur Djarot di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, penggantian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tokoh bagi masyarakat.

Djarot menilai, ketimbang mengubah nama jalan untuk mengabadikan jasa para tokoh Betawi, lebih baik Pemprov DKI mengembangkan seni-seni dan budaya Betawi. Juga, memperhatikan kehidupan para seniman Betawi.

"Hendaknya budaya Betawi ini harus dikembangkan bagaimana dengan lenong kita? Bagaimana dengan palang pintu kita? Bagaimana dengan seniman-seniman Betawi? Bagaimana kehidupannya? Itu yang harus ditekankan daripada sekedar mengganti nama jalan," sarannya.

Baca Juga: Hasto PDIP Sentil Anies Baswedan Gegara Undang Tukang Bakso, Eh Disentil Balik Sama Anak Buah AHY Kenapa Anda yang Mencret?

Menurut Djarot, mengganti nama jalan memang mudah dilakukan. Namun dia mengingatkan Pemprov DKI terhadap dampak dari perubahan nama jalan tersebut.

"Itu punya dampak yang cukup serius, dan ini kalau menurut saya, itu bisa membebankan warga, ya. Sekarang ganti surat itu apa gratis itu? termasuk ganti BPKB, NPWP, nama-nama perusahaan dan sebagainya," tandas Djarot. 

Baca Juga: Terduga Penghina Iriana Diusir hingga Diarak Warga Setempat, Apa Benar?

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover