Nyelekit! Pembelian Minyak Goreng Curah dan BBM Harus Pakai Aplikasi, Said Didu: Maka: Jika Mau 'Hidup' Rakyat Harus...

Nyelekit! Pembelian Minyak Goreng Curah dan BBM Harus Pakai Aplikasi, Said Didu: Maka: Jika Mau 'Hidup' Rakyat Harus... Kredit Foto: Twitter/msaid_didu

“Maka; Jika mau “hidup”, rakyat harus beli hp dan beli pulsa. Rakyat kok makin dipersulit?” ucap Said Didu.

Terkait cuitan dari Said Didu, warganet juga ada yang menanggapi kebijakan pemerintah tersebut. Seperti akun @WiyonoNusant***.

“Inilah kebanggaan dan Prestasi Rezim ini, semua kebijakan dibuat tanpa dasar sampling dan analisis, hasil akhir rakyat yang jadi korban,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan dari postingan di akun Instagram Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, disebutkan bahwa setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi Peduli lindungi.

Luhut Binsar Pandjaitan juga menyebutkan bagi yang belum punya Peduli lindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan nomor induk kependudukan (NIK).

“Setelah masa sosialisasi selesai, semua penjualan dan pembelian minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi Peduli lindungi. Sementara masyarakat yang belum punya Peduli lindungi tidak perlu merasa khawatir, karena masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET),” ucap Luhut Binsar melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (29/6).

Tambahan informasi, pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini diketahui untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penggunaan aplikasi Peduli lindungi juga berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk menghindari potensi penyelewengan yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Selain itu, terkait BBM, pembeli BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi harus mendaftar ke website atau aplikasi MyPertamina. Sebagai awalan, rencananya sistem ini akan diuji di beberapa kota atau kabupaten tersebar di lima provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.

Baca Juga: Main Keroyokan! PKB dan Demokrat Kompak Nyinyirin Acara Kumpul-kumpul Jokowi Bareng Relawan di GBK, Pasang Kuping Baik-baik!

Lihat Sumber Artikel di Fajar Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Fajar. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.

Tampilkan Semua
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover