Partai Ummat yang Masih Belia Ditinggal Banyak Kadernya

Partai Ummat yang Masih Belia Ditinggal Banyak Kadernya Kredit Foto: SINDONews

Partai Ummat besutan eks-Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais belakangan ditinggalkan oleh satu persatu kadernya, baik di sektor pusat maupun daerah. Adapun para pengurus ini mengundurkan diri saat partai tersebut baru berumur 5 bulan sejak terbentuk pada 29 April 2021 lalu.

Gelombang pengunduran diri tersebut bermula dari kalangan elite Partai Ummat. Sosok yang pertama kali menyatakan mundur sebagai pengurus sekaligus sebagai anggota partai adalah Wakil Ketua Umum Partai Ummat Agung Mozin. Ia melayangkan surat tercatat pada 26 Agustus 2021 kepada Amien selaku Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, serta Ridho Rahmadi selaku Ketua Umum. 

"Atas nama pribadi yang diamanahkan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Ummat, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan tak terhingga kepada segenap pihak, khususnya para sahabat pengurus, anggota, dan simpatisan Partai Ummat, yang telah bekerja keras hingga terbitnya Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat tersebut. Teriring doa Allah SWT memberkahi ikhtiar dan ibadah kita, aamiin," bunyi surat loyalis Amien Rais tersebut, dikutip Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Anak Amien Rais Nyumbang Rp100 Juta dan Minta Pilih di Pemilu 2024, Respon Gus Mifta Nggak Disangka-sangka

Adapun lanjutan surat tersebut menyatakan bahwa Agung menyatakan berhenti dari Partai Ummat sebagai bentuk tanggung jawab etis dan moral.

"Selanjutnya memperhatikan dengan saksama dinamika internal partai, sekat-sekat informasi dan komunikasi elitis yang tidak mengedepankan akhlakulkarimah, seraya mempertimbangkan beragam informasi dan aspirasi para sahabat Partai Ummat di berbagai daerah, termasuk sahaba-sahabat aktivis demokrasi yang istiqomah konsisten-konsekuen melawan feodalisme dan dinasti politik, dengan ini saya Agung Mozin menyatakan berhenti sebagai pengurus dan anggota Partai Ummat sebagai bentuk pertanggungjawaban etika dan moral," sambung Agung dalam surat.

Selang beberapa waktu setelah pengunduran diri Agung, elite Partai Ummat lainnya, yakni Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Neno Warisman turut menyusul berhenti sebagai bagian dari Partai Ummat. Pengunduran diri mantan artis kondang tersebut didasari alasan Neno yang ingin mengurus anaknya yang sedang berada di Turki. Hal ini disampaikannya melalui pesan Whatsapp.

Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo atau akrab disapa Ustaz Sambo mengonfirmasi hal tersebut.

"Ya dia kirim WA ke kita, kirim surat mundur karena mau fokus ngurus anaknya di Turki," terangnya pada Sabtu (2/10/2021).

Tak hanya para elit, sejumlah pengurus daerah juga satu persatu turut mengundurkan diri dari Partai Ummat. Yang pertama adalah Wakil Ketua DPD Partai Ummar Kota Depok Syahrial Chan bersama Sekretaris Umum DPD Partai Ummat Kota Depok Uwoh Pramijaya yang meneken surat pengunduran dirinya ke Ketua Umum partai.

Selanjutnya, menyusul Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Bengkulu Izda Putra yang juga turut menandatangani surat undur dirinya, Juga Ketua DPD Partai Ummat Cirebon Diyanto menyatakan berhenti dari Partai Ummat.

Mundurnya sejumlah kader Partai Ummat dalam waktu berdekatan dan dalam keadaan usia partai yang masih belia tersebut menimbulkan tanda tanya bagi sejumlah pihak. Banyak pihak yang melayangkan tanggapan kepada Amien Rais selaku sosok sentral Partai Ummat. Di antaranya banyak pula yang mencibirnya, salah satunya adalah aktivis media sosial Denny Siregar.

Menurut Denny, Amien Rais selama ini berlagak mengkritik negara, sementara mengatur organsisasi yang masih kecil saja tidak mampu. Ia menyarankan lebih baik Amien berkebun saja.

"Ngatur organisasi kecil aja gak mampu, sok2an kritik bagaimana ngatur negara.. Udahlah mbah, mending berkebun aja," cuit Denny menyindir, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, Omongan Amien Rais Menggelegar, Rezim Jokowi Menakutkan!

Hal senada juga dilontarkan oleh pegiat media sosial lainnya, Eko Kuntadhi. Menurutnya, narasi lama yang pernah menyebut Amien calon gelandangan politik akan terwujud.

"Kayaknya ramalan Amien bakal jadi gelandangan politik bakal terwujud nih...," ujar Eko pada Rabu (6/10/2021).

Mantan jurnalis Zulfikar Akbar juga menyarankan agar Amien lebih baik istirahat daripada terus berkecimpung di dunia politik.

"Pak Amien istirahatlah. Di luar banyak angin...," katanya satir, Rabu (6/10/2021).

Selain itu, adapula yang menganggap bahwa dengan perginya sejumlah pentolan Partai Ummat tersebut akan memperberat langkah Partai Ummat dalam menghadapi Pemilu 2024. Hal ini seperti dikatakan oleh Peneliti CSIS Arya Fernandes.

"Efeknya ya (menjadi) tantangan untuk lolos verifikasi faktual di KPU. Dia (Partai Ummat) kan harus proses jadi peserta pemilu. Yang harus dipenuhi banyak itu jumlah kader, kantor, kepengurusan. Kalau banyak yang keluar kan dia harus bangun struktur dari awal. Enggak ada positifnya kader mundur. Siapa yang mau masuk Partai Ummat sekarang? Kalau ada yang keluar pasti minus," ujar Arya pada Rabu (6/10/2021).

Hal senada juga diujarkan oleh Pengamat politik Ujang Komarudin. Ia menilai bahwa Partai Ummat kini statusnya sama dengan Partai Buruh. Mereka harus bekerja keras untuk memperoleh simpati dari rakyat dan bisa lolos jadi peserta Pemilu mendatang.

"Yang jelas butuh perjuangan keras agar bisa lolos menjadi peserta Pemilu 2024 nanti," ucap Ujang dikutip dari GenPI.co, Kamis (7/10/2021).

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini