Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menilai, duet Anies Rasyid Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak akan menyelesaikan persoalan eksploitasi terhadap politik identitas. Menurut dia, menyatukan representasi dua kutub politik yang saling berseberangan itu justru dapat melanggengkan politik identitas.
"Karenanya mengambil jalan pintas dengan mewujudkan duet Anies-Ganjar sebagai representasi dua kutub politik yang selama ini dihadap-hadapkan sebagai pengejawantahan politik identitas, sama saja dengan melanggengkan politik identas itu sendiri. Jadi tidak menyelesaikan persoalan," ujar Kamhar dalam keterangan tertulisnya kepada Republika di Jakarta, Selasa (28/6).
Baca Juga: Nggak Suka dengan Anies Baswedan, Mbak Rara: Orangnya Ribet!
Dia berpendapat, salah satu sumber polarisasi dan politik identitas ada pada presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.