Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Holywings Benar-benar Ketiban Sial, Giliran Duo Muhammad Layangkan Gugatan Rp100 Miliar Buntut Promosi Miras

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Holywings Benar-benar Ketiban Sial, Giliran Duo Muhammad Layangkan Gugatan Rp100 Miliar Buntut Promosi Miras Kredit Foto: Isitimewa

Nasib sial datang bertubi - tubi menghantam manajemen Holywings, setelah enam karyawannya dipidana karena kasus penistaan agama yang berlanjut pada penutupan seluruh outlet Holywings di Indonesia, kini tempat hiburan itu digugat Rp100 miliar buntut promosi minuman keras buat pemilik nama Muhammad dan Maria. 

Adapun warga yang menggugat Holywings itu bernama Faisal dan Muhammad Chusni Mubarok. Kedua orang tersebut merasa memiliki legal standing sebagai penggugat karena memiliki nama "muhammad".

Mereka didampingi oleh Advokat yang tergabung dalam ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) dan HAMI (Himpunan Advokat Muda Indonesia).

Baca Juga: Dugaan Kasus Penistaan Agama Buddha, Tokoh Tionghoa Musuh Bebuyutan Ahok Pasang Badan Buat Mas Roy: Meme Stupa Itu Nggak Masalah

Wakil Ketua ACTA, Hendrasam Marantoko menyatakan gugatan diarahkan kepada ESW selaku direktur utama PT ABG dan PT ABG sendiri. Ia menegaskan bahwa promo tersebut merupakan perbuatan tercela karena menggunakan nama seorang Nabi

"Tindakan tersebut merupakan suatu tindak pidana (rechtdelicten) yang dari kodratnya merupakan perbuatan tercela dan sebagai bentuk antipati terhadap program pemerintah dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.8 dan No.9 Tahun 2006," katanya kepada Populis.id pada Kamis (30/06/2022).

"Tindakan tersebut juga dapat merusak tatanan dan kerukunan umat beragama dan menyebabkan masalah disintegrasi bangsa," sambungnya.

Di sisi lain ia juga mendukung Proses hukum yang lagi berjalan terhadap 6 (enam) karyawan Holywings Indonesia oleh Aparat Kepolisian, khususnya Kepolisian Resort Jakarta Selatan. Namun demikian, ia meminta pertanggung jawaban Direksi, dalam kasus ini Direktur Utama PT ABG yang patut diduga telah lalai.

"Dirut PT ABG juga patut siduga tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengurusan dan pengambilan kebijakan atas promosi miras gratis yang dilakukan oleh para Karyawan Holywings yang mengandung unsur SARA sesuai dengan ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata jo. Pasal 1 angka 5 dan Pasal 97 UU No.40/2007 tentang Perseoran Terbatas," tegasnya.

Dalam gugatannya, ia meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang akan memeriksa perkara ini untuk mengadili, memutus, dan mengabulkan tuntutan kerugian immaterial sebesar Rp. 100 Milyar atas penghinaan terhadap Para Penggugat selaku penyandang nama ‘’Muhammad’’ yang dilakukan oleh Para Tergugat.

Baca Juga: Telak! Buntut Promosi Miras Gratis untuk Muhammad dan Maria, Pemprov DKI Tegaskan Izin Holywings Dicabut Tanpa Ampun: Nggak Bisa Dibuka Lagi

"Nantinya kerugian yang disebutkan itu akan disumbangkan sebagai zakat, infaq, dan sadaqah ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas nama umat beragama dan kemanusiaan," terangnya. 

Hendrasam juga mendesak para tergugat untuk meminta maaf, mengakui kesalahan, dan menyesali perbuatannya serta tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dimuka Pengadilan dan di hadapan publik yang dimuat di 3 saluran televisi nasional dan 3 media cetak nasional selama 7 hari berturut-turut sejak perkara ini diputuskan oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover