Legalisasi Ganja di Indonesia, Mungkinkah Terjadi?

Legalisasi Ganja di Indonesia, Mungkinkah Terjadi? Kredit Foto: Freepik/jcomp

Belakangan ini, isu legalisasi ganja medis marak diperbincangkan. Hal ini berawal dari Thailand yang menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja (9/6). Selain untuk alasan medis, negara yang dijuluki Negeri Gajah Putih ini juga berambisi untuk meningkatkan sektor petanian dan pariwisata di sana. Tak main-main, Pemerintah Thailand memberikan satu juta bibit ganja secara cuma-cuma kepada warganya untuk penanaman secara masif. 

Baca Juga: Apa Alasan Thailand Legalkan Ganja?

Lalu, disusul dengan keviralan aksi Ibu Santi di media sosial yang memperjuangkan legalisasi ganja medis demi kesembuhan anaknya yang mengidap cerebral palsy dalam kegiatan Car Free Day, Jakarta (26/6).

Dalam aksi tersebut, Ibu Santi membawa papan besar bertuliskan "Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis". Selain itu, surat yang ditulis Ibu Santi pun viral di jagat maya. Dalam surat tersebut, ia mencurahkan perasaaan sedihnnya yang 'digantung' Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melegalkan ganja medis yang telah ia mohonkan sejak dua tahun lalu.

Aksi tesebut mendapat respons positif dari masyarakat, bahkan sudah mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRR), wakil presiden, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR akan mengkaji legalisasi ganja untuk kepentingan medis. Dasco juga menyebut belum ada kajian soal penggunaan ganja medis di Indonesia.

Lalu, wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa MUI akan menyiapkan fatwa mengenai penggunaan ganja untuk alasan medis. 

"MUI ada putusan bahwa memang ganja dilarang dalam arti membuat masalah, dalam Alquran dilarang, masalah kesehatan itu sebagai pengecualian, MUI harus membuat fatwanya. Fatwa baru pembolehkannya," ujar Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantor MUI Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Ma'ruf Amin menjelaskan, terdapat kriteria dalam membuat fatwa tersebut. Hal ini penting, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan banyak masalah ke depannya.

"Jangan sampai nanti berlebihan dan menimbulkan kemudaratan, ada berbagai klasifikasi. Saya kira ganja itu ada varietas-nya. Nanti supaya MUI membuat fatwa berkaitan dengan varietas-varietas ganja itu," jelas Ma'ruf.

Baca Juga: Wacana Legalisasi Ganja untuk Medis, Polri: Untuk Kepentingan Masyarakat Kami Mendukung

Penggunaan ganja sebagai tanaman medis bukanlah hal asing. Banyak negara di dunia yang sudah terlebih dulu melegalkan dan memanfaatkan ganja untuk kepentingan medis, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Thailand.

Hal tersebut dikarenakan ganja memiliki kandungan Delta-9-tetrahydrocannabinol (THS) dan Cannabinol (CBD) yang dapat dimanfaatkan sebagai obat berbagai macam penyakit.

Selain itu, legalisasi ganja medis juga berdampak positif pada sektor ekonomi suatu negara karena akan mendapat pemintaan bahan baku ganja sebagai pembuatan obat. Dengan begitu, ekspor tanaman ganja akan meningkat karena banyaknya permintaan.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini