Di Hari Ulang Tahunnya, TNI Memperoleh Kritik Atas Keterlibatannya dalam Penanganan Covid-19

Di Hari Ulang Tahunnya, TNI Memperoleh Kritik Atas Keterlibatannya dalam Penanganan Covid-19 Kredit Foto: Galih Pradipta

Selasa (5/10/2021) lalu merupakan peringatan hari lahirnya Tentara Republik Indonesia (TNI) sejak didirikan pada 1945. Berbagai elemen masyarakat ramai-ramai menyampaikan ucapan selamat ulang tahun TNI yang ke-76 tersebut. 

Namun, sementara yang lain merayakan HUT TNI tersebut, akun informasi pandemi Covid-19 LaporCovid-19 justru menyampaikan bernada berbeda. Akun yang dinahkodai sejumlah aktivis Tanah Air tersebut justru menyampaikan kritik terhadap TNI. Mereka menilai seharusnya TNI lebih matang mengurus pertahanan alih-alih ikut campur urusan kesehatan.

"76 tahun TNI harusnya bisa lebih matang urus pertahanan, bukan justru cawe-cawe urus krisis kesehatan," tulis akun LaporCovid-19 tepat pada hari ulang tahun TNI, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Ingatkan Pemerintah, Jangan Seret TNI-Polri isi Jabatan Politis!

Adapun dasar dari akun LaporCovid-19 menyatakan hal tersebut dipaparkan pada lanjutan cuitan. LaporCovid-19 menjelaskan terkait sejumlah keterlibatan TNI pada sejumlah peristiwa yang menurut mereka melanggengkan kekerasan.

Kritik dari LaporCovid-19 ini justru ditentang oleh sejumlah pihak. Banyak yang menilai justru TNI/Polri cukup banyak membantu selama pandemi berlangsung. Bahkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyebut hal serupa.

"Ketika pandemi sedang di puncak, saya harus katakan, tentara lah yang bantu bangun rumah sakit darurat, menambal jumlah relawan yang berkurang, mengirim nakes dan dokter ke rumah sakit yang kolaps. Belum lagi bantu percepatan vaksinasi. Itu yang saya tahu. Terima kasih," ungkap Zubairi menimpali kritisi dari LaporCovid-19.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Junior Doctors Network (JDN) Indonesia dr. Andi Khomeini Takdir atau akrab disapa Dokter Koko yang dikenal rutin menyampaikan edukasi terkait covid di media sosial. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam penanganan pandemi justru banyak manfaatnya, meski ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

"Untuk keterlibatan TNI dalam penanganan pandemi -imho- masih lebih banyak maslahatnya, min. Memang ada hal2 yang perlu diperbaiki dan dikritisi, tapi kolaborasi lintas sektor manfaatnya masih lebih banyak," ujar Andi mengomentari cuitan tersebut, Rabu (6/10/2021).

Tak hanya dari kalangan tenaga medis, elemen masyarakat lainnya juga turut menanggapi cuitan LaporCovid-19 tersebut. Salah satunya disampaikan oleh Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pendiri KawalCOVID19 Ainun Najib. Najib mengakui dirinya berbeda pendapat dengan LaporCovid-19. Ia menilai bahwa peran TNI/Polri berperan penting dalam penanganan krisis pandemi covid-19.

"Kali ini saya berbeda pandangan dengan teman-teman @LaporCovid. Peran TNI/Polri penting dalam krisis pandemi di Indonesia. Di berbagai negara juga militer dikerahkan & berperan penting dalam penanganan wabah COVID-19. Asalkan tidak di luar kompetensi, misalnya meracik obat," tulis Najib pada Rabu (6/10/2021).

Selain itu Tokoh NU lainnya, Profesor Nadirsyah Hosen atau akrab disapa Gus Nadir juga turut menyampaikan pandangannya terkait cuitan tersebut. Menurutnya, tak perlu ada yang menegasikan peran satu sama lain, tetapi mensinergikan dan saling bantu. Ia juga menilai cuitan LaporCovid-19 kurang bijak, terlebih hal ini diujarkan saat HUT TNI.

"Perlu kerjasama semua pihak sesuai tupoksi masing2. Tidak perlu menegasikan, tapi justru harus mensinergikan. Indonesia ini amat luas areanya, tidak semua wilayah punya SDM dan fasilitas yg setara. Harus saling bantu. Cuitan @LaporCovid kurang bijak, apalagi momennya pas hut TNI," pungkas Gus Nadir pada Rabu (6/10/2021).

Kalangan politisi, aktivis, dan pihak lainnya juga turut bersuara di media sosial terkait cuitan LaporCovid-19 tersebut. Sebagian dari mereka juga turut bertentangan pendapat dengan cuitan tersebut, beberapa adapula yang mencibir.

"Sejak tahun-tahun akhir orba, saya sangat menentang dwifungsi ABRI. Tapi yang dilakukan TNI dan Polri dalam masa pandemi ini harus diapresiasi, bukan malah dinyinyiri. Keberhasilan Indonesia menekan laju Covid-19 saat ini salah satunya karena kerja keras aparat TNI dan Polri," kata Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo, Rabu (6/10/2021).

"Sebenci apapun saya dengan tingkah polah militer, harus saya akui ketika vaksinasi di jepara sedang langka-langkanya, hanya militer yang hadir membantu nakes yang sambat karena lelah & kekurangan orang. Itu yang saya tahu. Terima kasih," ujar Penulis Rumail Abbas, Rabu (6/10/2021).

"Gak semua keputusan pemerintah harus dihantam dan harus bersebrangan juga min. Pandemi gini saling bantu kan wajar, kalau yg bagus ya apresiasi aja, apa susahnya. Ntar militer diem, salah juga, dituduh gabut diem doang perang kaga, bantu tangani Covid-19 juga kaga," ujar pegiat media sosial @mazzini_gsp pada Rabu (6/10/2021).

"Saking udah gada yang bisa dilaporkan lagi karena pemerintah Indonesia sudah berhasil mengendalikan pandemi, si lapar covid ini sekarang sibuk ngurusin TNI..," cibir aktivis media sosial Denny Siregar pada Selasa (5/10/2021).

Adapun semasa pandemi berlangsung, TNI, Polri, beserta jajarannya memang banyak turun tangan membantu para nakes dalam menangani pengamanan covid-19 di tengan masyarakat, mulai dari menggelar titik vaksinasi, pemberian sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat, dan lain-lain. 

Baca Juga: Orang PA 212 Kritik Keras Panglima TNI, Kasus Rizieq Shihab Diungkit

Pihak LaporCovid-19 sendiri pada akhirnya telah memberikan tanggapan lebih lanjut mereka atas respons yang mereka terima dari banyak pihak. Mereka membuatnya dalam sebuah utas yang mereka unggah pada Kamis (7/10/2021) di akun Twitter mereka @LaporCovid. Utas tersebut menjelaskan secara menyeluruh duduk masalah mereka menyoroti peran TNI/Polri. 

"Terima kasih telah merspons konten terakhir kami. Kita sepakat bahwa TNI/Polri memiliki kontribusi dalam penanganan pandemi, sebagaimana tanggung jawab mereka sebagai elemen negara dalam menghadapi krisis. Namun, yang menjadi sorotan adalah peran TNI/Polri dalam beberapa kesempatan, kami meyakini itu berlebihan," tulis mereka.

Selanjutnya, mereka menerangkan bagaimana permasalahan yang mereka soroti dari keterlibatan TNI/Polri serta menyampaikan pendapat dan saran mereka terkait bagaimana seharusnya TNI dan Polri dilibatkan dalam penanganan Covid-19. Di akhir utas, mereka pun menutup dengan menyampaikan posisi mereka sebagai mitra kritis pemerintah.

"Pada akhirnya, tujuan kami adalah sebagai mitra kritis pemerintah. Diantara sekian banyak yang memuji TNI/Polri, kami mengambil peran kritis, sebagai bentuk perhatian kepada lembaga negara ini, agar berjalan sesuai amanat reformasi dan jangan sampai peran militer menjadi eksesif," tutup LaporCovid-19.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini