Sebut Ada Upaya Black Campaign Terhadap Anies Baswedan, Rocky Gerung: Kalau Gak Punya Tiket, Ngapain Dimusuhi?

Sebut Ada Upaya Black Campaign Terhadap Anies Baswedan, Rocky Gerung: Kalau Gak Punya Tiket, Ngapain Dimusuhi? Kredit Foto: Viva

Akademis Universitas Indonesia Rocky Gerung menduga adanya beberapa upaya black campaign terhadap Gubernur DKI Jakarta menjelang Pilpres 2024. 

Rocky Gerung kerap mengamati Anies Baswedan yang sering dikadrun-kadrunakan. Tak jarang Anies juga dikaitkan dengan aksi 212. 

Menurut Rocky Gerung, jika ditelusuri Anies tak dapat ikut dalam pilpres lantaran tak memenuhi syarat 20 persen presidential threshold. 

Rocky Gerung mengatakan Anies Baswedan belum memiliki tiket untuk terjun di pilpres. 

“Kalau Anies tidak punya tiket, ngapain dimushi?,” kata Rocky Gerung yang dilansir Populis.id dari YouTube pribadinya pada Jumat (1/7/2022).

Baca Juga: Polisi Pastikan Roy Suryo Lakukan Dugaan Penistaan Agama, Ferdinand Hutahaean: Saya Harap Sabar, Tegar, Serta Tidak Cengeng Nanti...

“Tapi saya percaya semakin dimushi semakin orang melihat bahwa sebetulnya ada ketidakjujuran yang sedang dipasang untuk menghalangi Anies,” lanjut Rocky.

Rocky Gerung pun mengkritisi pihak yang melakukan black campaign terhadap Anies Baswedan. Beberapa proyek Anies pun disorot kembali. Hal tersebut merupakan bagian upaya membatalkan kompetisi politik.

Padahal, pihak koalisi itu sudah punya 20 persen, tapi masih curiga dan takut bersaing dengan Anies yang tak punya tiket.

Rocky mengatakan, ia bukan ingin mempromosikan Anies. Namun, kedaulatan rakyat dalam konsep demokrasi merupakan hak setiap warga negara untuk ikut berkompetisi dari start yang sama. 

Maka dari itu, Pemilu 2024 diminta agar tidak menerapkan aturan Presidential threshold 20 persen lantaran membatsi orang untuk berkompetisi.

Baca Juga: Kaitkan Dua Orang Nama Muhammad yang Gugat Holywings Rp100 M dengan 5 Orang Pemerkosa, Guntur Romli: Namanya Muhammad Juga Ini Akan Gugat?

“Anies sangat mungkin dia juga sudah diintip dan hendak dijebloskan oleh mereka yang tidak menghendakinya untuk memimpin negeri ini,” kata Rocky Gerung. 

Menurut Rocky Gerung, Anies kerap dikaitkan dengan aksi 212. Dituduh akan diasuh oleh kelompok radikal. Bahkan ada tuduhan seolah Anies intoleran.

Padahal menurutnya, Anies adalah Gubernur yang sangat plural.

“Semakin banyak black campaign pada Anies Baswedan, itu pertanda bahwa survei diam-diam Anies Baswedan sudah berada di atas sebetulnya. Tapi kita musti balik pada prinsip kita tadi, kita musti jujur bahwa kita akan minta Anies Baswedan juga mengucapkan demokrasi yang paling awal, yaitu jangan sampai Anies Baswedan dimenangkan oleh oligarki melalui teori presidential threshold 20%.” tutur Rocky Gerung.

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Populis Discover

Terkini