Astaghfirullah! Sebut Nabi Muhammad SAW Akan Menikahi Maria, Pendeta Saifuddin: Pemimpin Agama Kamu yang Harusnya Ditangkap!

Astaghfirullah! Sebut Nabi Muhammad SAW Akan Menikahi Maria, Pendeta Saifuddin: Pemimpin Agama Kamu yang Harusnya Ditangkap! Kredit Foto: Yohanes A Kopong Corebima

Penutupan sejumlah gerai Holywings yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menimbulkan polemik di masyarakat.

Meski penutupan tersebut terkait masalah administrasi, tapi kontroversi Holywings berawal dari promosi minuman beralkohol menggunakan nama Muhammad dan Maria.

Baca Juga: Dikatain Dower Sampai Didoakan Dikutuk Allah, Pendeta Saifuddin: Saya Ini Mengedukasi, yang Dikatakan Nabi Arab Itu Tidak Benar!

Penutupan beberapa gerai Holywings sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, itu akhirnya menuai pro dan kontra.

Satu sisi banyak yang menyetujui dan mendukungnya, tapi sisi lain ada yang mengecam karena memikirkan para karyawan yang akan terkena dampaknya.

Salah satu orang yang mengecam penutupan sejumlah gerai Holywings itu adalah Pendeta Saifuddin Ibrahim.

Pendeta Saifuddin membela Holywings sekaligus mengomentari pernyataan Ustaz Felix Siauw saat ia hadir dalam sebuah acara di salah satu televisi Indonesia.

“Ngeri sekali saudara-saudara. Harus menutup usaha orang yang besar dengan karyawan yang banyak. Bagaimana cara berpikir seperti itu?” tanyanya dikutip Populis.id dari video kanal YouTube Saifuddin Ibrahim yang diunggah pada Kamis (30/6/2022).

Ia menambahkan, “Seorang negarawan hanya berkutat, tidak bisa move on dari masalah anggapan penistaan agama.”

Pendeta Saifuddin menilai kalau apa yang dilakukan oleh Holywings bukanlah penistaan agama.

Baca Juga: Sebut Refly Harun Gak Berbobot, Ferdinand: Anies Tuh Masih Banyak yang Dia Punya, Omong Kosong dan Segudang Penyimpangan..

Ia juga menyinggung soal Anies Baswedan yang menutup sejumlah gerai Holywings di Jakarta.

“Apakah itu penistaan agama? Kan enggak. Apakah yang dimaksudkan itu Bang Mamat (Nabi Muhammad SAW) pendiri agama Felix Siauw itu? Kan juga belum tentu,” jelasnya.

“Lalu kok dengan cepatnya mengambil kesimpulan si gubernur gombal gambol turunan Yaman itu menutup usaha orang dengan karyawan 3.000-an orang. Bagaimana maksudnya itu semua?” tanyanya menandaskan.

Pendeta Saifuddin mengaku khawatir dengan nasib keluarga ribuan karyawan itu dan menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat tidak rasional.

“Bagaimana dengan keluarga, anak istrinya, kalau memang harus ditutup. Sangat tidak rasional ini negara. Mengerikan,” tegasnya.

Setelah itu, Pendeta Saifuddin memperlihatkan video pernyataan Felix Siauw pada acara tersebut.

Pada video itu, Felix Siauw mengaku tidak sepakat kalau Holywings ditutup karena menurutnya bukan itu permasalahannya.

Felix merasa yang seharusnya ditutup adalah peredaran minuman keras. Ia juga menyebut kalau para karyawan masih bisa bekerja jika Holywings mengganti usahanya dengan menjual air, susu kedelai, atau bajigur.

“Ngelantur Felix Siauw berbicara, sepertinya benar. Inilah ragi Yahudi, ragi ahli Farisi,” pungkas Pendeta Saifuddin.

Pendeta Saifuddin menegaskan kalau seharusnya seseorang baru bisa dijebloskan ke penjara setelah ia melakukan tindak kriminal.

Baca Juga: Ukraina Bantah Titip Pesan Perdamaian ke Putin Lewat Jokowi: Malu Sumpah, Presiden Gue Diblejeti Kebohongannya sama Jubirnya Zelensky!

Ia mengatakan, “Kalau dia melakukan kriminal, tangkap, masuk penjara. Bukan masalah urusan penistaan agamanya.”

Saifuddin kemudian menyatakan bahwa seharusnya Nabi Muhammad SAW yang ditangkap karena ingin menikah dengan Maria di akhirat.

“Kalau ngomong penistaan itu, pemimpin agama kamu yang 1400 tahun yang lalu itu yang harus ditangkap karena dia berkata bahwa nanti di akhirat dia akan menikah dengan Maria, ibu Yesus,” ujarnya.

Ia melajutkan, “Olah pikir angan-angan luar biasanya itulah yang sebenarnya ini menjadi pemicu berbagai macam masalah di dunia ini. Masa angan-angan, bayangan, urusan lendirnya lebih hebat daripada beragama dan beribadahnya itu.”

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover