Pegiat media sosial Denny Siregar mengomentari terkait Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kini ramai dibicarakan lantaran diduga ada penyelewengan dana umat terjadi didalamnya.
Denny Siregar mengatakan dirinya sudah mencurigai ACT sejak dulu. Hal tersebut lantaran ACT mendukung dan juga menyalurkan dana kepada pemberontak suriah.
“Emang masih ada yang percaya ACT??,” cuitan Denny Siregar dalam akun Twitter pribadinya yang dilansir Populis.idpada Senin (4/7/2022).
“Sejak mereka dulu mendukung pemberontak Suriah dan menyalurkan dana dari Indonesia buat pemberontak, gua udah teriak, "Ada yang gak beres dgn lembaga berkedok donasi itu..",” lanjut Denny Siregar.
Diketahui, kini ACT tengah jadi sorotan. Tagar ‘Jangan Percaya ACT’ pun sempat trending.
Sebagai informasi, ACT kini menjadi sorotan masyarakat usai majalah Tempo mengeluarkan laporan dugaan penyelewengan dana umat oleh lembaga ini.
“Kantong Bocor Dana Umat. Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap limbung karena pelbagai penyelewengan. Pendiri dan pengelolanya ditengarai memakai dana donasi masyarakat untuk kepentingan pribadi,” tertulis dalam judul sampul majalah Tempo tersebut.
Dibandingkan gaji tertinggi di lembaga filantropi Indonesia, yakni Dompet Dhuafa misalnya sebesar Rp 40 juta.
“Yang lain di bawah Rp 30 juta,” ujar Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa,Bambang Suherman. Sementara, gaji petinggi di lembaga filantropi lainnya, yaitu Rumah Zakat lebih kecil lagi dibanding ACT dan Dompet Dhuafa.
“Gaji tertinggi di lembaga kami tidak lebih dari Rp 25 juta. Gaji tertinggi di lembaga kami tidak lebih dari Rp 25 juta,” ungkap Direktur Pemasaran Rumah Zakat, Irvan.
Emang masih ada yang percaya ACT ??
— Denny siregar (@Dennysiregar7) July 3, 2022
Sejak mereka dulu mendukung pemberontak Suriah dan menyalurkan dana dari Indonesia buat pemberontak, gua udah teriak, "Ada yang gak beres dgn lembaga berkedok donasi itu.."