Ramai di Media Sosial, Berikut Terkait Fakta Penggelapan Dana Umat ACT!

Ramai di Media Sosial, Berikut Terkait Fakta Penggelapan Dana Umat ACT! Kredit Foto: Istimewa

ACT (Aksi Cepat Tanggap) belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial bahkan sempat menjadi trending di Twitter. ACT diduga melakukan penyelewengan dana donasi publik untuk membiayai fasilitas mewah para petingginya. 

Sebelumnya, melansir dari website resmi actid, ACT Adalah lembaga kemanusiaan yang dibangun pada 21 April 2005. Lembaga ACT ini bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Kegiatan yang dilakukan oleh ACT meliputi kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf.

Kegiatan ACT mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat yang peduli sesama serta dana yang berasal dari donatur publik dan partisipasi perusahaan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). Selain itu, skala ACT juga sudah mencapai global di 22 negara di Kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indochina, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur. 

Baca Juga: Terkait Kasus Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Husin Alwi: Ini Salah Satu Bukti ACT Mendukung Separatis Syria!

Bahkan soal donasi yang diberikan oleh para donatur, ACT selalu mengupdate di media sosial Instagram dan selalu transparan. Lantas benarkah ACT melakukan penggelapan dana? Bagaimana fakta-fakta terkait kasus yang sedang terjadi di ACT? 

  • Diungkap Pertama Kali Oleh Majalah Tempo 

Kasus penyelewengan dana yang dilakukan oleh ACT diungkap pertama kali oleh majalah tempo edisi Sabtu, 2 Juli 2022. Dengan judul "Bocoran Kantong Dana Rakyat". Dalam hal ini majalah tempo mengungkapkan bahwa mantan pre

Majalah Tempo Edisi Sabtu, 2 Juli 2022, mengungkap dugaan penyelewengan dana tersebut. Menurut laporan berjudul "Aksi Cepat Tanggap Cuan" tersebut, Ahyudin sempat menggunakan dana sosial yang dikumpulkan lembaganya untuk kepentingan pribadi. Bukan hanya itu saja, dana sebesar Rp 11 milliar pernah di transfer ke rekening asik pribadi Ahyudin. Penyelewengan dana pun juga dilakukan untuk memfasilitasi kehidupan mewah petingginya. 

  • Terungkap Gaji Petinggi - Petinggi ACT 

Kasus penyelewengan dana umat yang dilakukan ACT juga menyebabkan terbongkarnya gaji-gaji petinggi ACT serta fasilitas mewah yang diberikan. saat Ahyudin menjabat Presiden ACT memperoleh gaji Rp250 juta setiap bulan, sementara posisi di bawahnya seperti senior vice president digaji Rp200 juta per bulan, vice president Rp80 juta, dan direktur eksekutif Rp50 juta. Dan fasilitas mewah yang diterima oleh petinggi-petinggi ACT di antaranya adalah Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero Sport, dan Honda CRV.

  • Sudah Terindikasi Adanya Penyelewengan Dana dan Aktivitas Terlarang

Penelusuran PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi) sudah menemukan adanya indikasi penyelewengan dana ACT yang diduga untuk kepentingan pribadi dan aktivitas terlarang. 

Baca Juga: Heboh! Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Pengurus ACT Ahyudin CS Harus Diproses Secara Pidana

"Ya indikasi kepentingan pribadi dan terkait dengan dugaan aktivitas terlarang," kata Ivan saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2022).

  • Ibnu Khajar, Presiden ACT Meminta Maaf Ke Publik 

Karena berita mengenai ACT sudah meluas ke masyarakat. Maka, Ibnu Khajar selaku presiden ACT menggelar konferensi pers pada Senin (4/7/2022) di Kantor ACT, Jakarta Selatan. 

"Permohonan maaf yang luar biasa sebesar-besarnya kepada masyarakat mungkin masyarakat kurang nyaman terhadap pemberitaan," kata ibnu. 

  • DPR Minta Izin Cabut ACT 

Terkait hal ini, anggota DPR komisi VIII Maman Imanulhaq meminta pemerintah untuk mencabut izin usaha ACT karena hal ini telah menunjukan kezaliman lembaga sosial yang mengatasnamakan agama untuk memperkaya diri sendiri dan lebih diperhatikan dengan ketat transparansi dan akuntabilitas pengelola keuangan ACT. 

Donasi yang harusnya digunakan dengan semestinya malah dipergunakan untuk memenuhi gaya hidup para petinggi. Hal ini perlu diusut dengan tegas oleh aparat berwajib dan pemerintah harus turun tangan. 

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini