Politisi PKB Berang Dengar Elit ACT Hedon: Jangan Manfaatkan Orang Tertindas untuk Memperkaya Diri!

Politisi PKB Berang Dengar Elit ACT Hedon: Jangan Manfaatkan Orang Tertindas untuk Memperkaya Diri! Kredit Foto: Istimewa

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq mengkritik keras perilaku elit organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga menggunakan dana hasil sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa sebagai lembaga kemanusiaan, perilaku hedonisme harusnya dihindari.

"Perilaku para petinggi ACT dengan menggunakan dana-dana para donatur untuk kepentingan pribadi, bahkan menunjukkan sikap hedoneisme ini adalah sesuatu yang sangat disayangkan, kita sangat prihatin," katanya kepada Populis.id pada Senin (04/07/2022).

Baca Juga: Nasib... Nasib... Gegara Sebut Habib Rizieq Terima Upeti dari Holywings, Guru ini Bakal Dibawa ke Proses Hukum!

Menurutnya peristiwa ini tentu akan membuka juga gunung es dari begitu banyak penyimpangan orang yang menggunakan isu kemanusiaan, bahkan isu agama. Yang akhirnya bisa menarik simpati masyarakat, bisa membuat masyarakat yang ingin berbuat baik kepada sesama.

"Akhirnya mereka yang tertarik simpatinya memberikan hartanya kepada mereka dan mereka menyalahgunakan," tegas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Maman mengatakan bahwa jika memang hal yang disebutkan terbukti, maka itu sebuah penyimpangan yang sangat zolim. Oleh sebab itu, ppemerintah harus bersikap tegas kepada lembaga manapun yang mengumpulkan dana masyarakat tetapi melakukan penyimpangan atas dana itu. 

"Dan yang kedua kita harus bersikap rasional dalam melihat kelompok-kelompok atau lembaga yang menggunakan isu kemanusiaaan bahkan agama," paparnya.

Baca Juga: Donasi Umat Diduga Dipakai Buat Foya-foya, Bos ACT Naik Alphard, yang Nyumbang Naik Mio sama Angkot, Miris!

"Kita tahu ada orang yang minta-minta atas nama masjid dan sebagainya di jalan, ternyata digunakan oleh kepentingan-kepentingan lain bahkan untuk terorisme, bisa saja. Maka ini tidak boleh terjadi kembali," sambungnya.

Peristiwa ini, kata dia, sebenarnya momentum untuk menyadarkan kembali seluruh lembaga-lembaga kemanusiaan, bahkan lembaga-lembaga agama, yang masih menggunaka orang tertindas, sebagai komoditas yang ingin memperkaya mereka.

"Jangan gunakan kelompok-kelompok dhuafa wal mustadafi itu sebagai komoditas untuk mengumpulkan kekayaan kita. Hentikan isu kemanusiaan, itu agama, isu sodaqoh dan sebagainya tetapi hanya ingin memperkaya diri sendiri hanya ingin menilmati kemewahan di atas penderitaan orang lain," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini