Siapa Itu Ahyudin? Eks Petinggi ACT yang Diduga Menyelewengkan Dana Donasi

Siapa Itu Ahyudin? Eks Petinggi ACT yang Diduga Menyelewengkan Dana Donasi Kredit Foto: twitter/tukangrosok_

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi sorotan usai dikabarkan melakukan penyelewengan dana donasi. Tak hanya itu, salah satu eks petinggi ACT, Ahyudin juga menjadi sorotan masyarakat. Ia diduga meninggalkan ACT karena masalah krisis keuangan.

Lantas, siapa sosok Ahyudin ACT?

Pada Januari 2022 lalu, Ahyudin diketahui memutuskan untuk mundur dari lembaga kemanusiaan yang didirikan dan dipimpinnya selama 17 tahun itu. Ahyudin memilih mundur setelah adanya tudingan bahwa dirinya menyalahgunakan fasilitas perusahaan dan menerima gaji terlalu besar yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Kasus Penipuan Dua Petinggi ACT Ahyudin dan Ibnu Khajar Jalan di Tempat, Siap-siap Polri Ambil Langkah Ini...

Selain itu, Ahyudin juga disebut mendapatkan tiga mobil mewah, yakni Alphard, Pajero Sport, dan Honda CR-V. ACT juga disebut memotong donasi untuk operasional. Saat ini di laman resmi ACT, nama-nama orang yang tercatat sebagai pengurus ACT adalah sebagai berikut:

Dewan Pembina

- Ketua : N Imam Akbari

- Anggota : Bobby Herwibowo, Dr Amir Faishol Fath, Hariyana Hermain

Dewan Pengawas

- Ketua : H Sudarman

- Anggota : Sri Eddy Kuncoro

Pengurus

- Ketua : Ibnu Khajar

- Sekretaris : Sukorini

- Bendahara : Echwan Churniawan 

Nama Ahyudin setidaknya tercatat pernah menempati tonggak pimpinan sebagai Presiden ACT selama 13 tahun sebelum akhirnya diganti pada tahun 2019. Melansir dari laman resmi ACT, Ahyudin digantikan oleh Ibnu Khajar, sementara dirinya menempati posisi Ketua Dewan Pembina.

Selama menjadi pemimpin, ia diketahui telah melahirkan berbagai program unggulan. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu ada kabar yang beredar bahwa Ahyudin sudah hengkang dari ACT sejak awal tahun 2022.

Baca Juga: Apa Itu ACT? Lembaga Kemanusiaan yang Viral di Twitter

Hal ini juga diperkuat dengan tidak ada nama Ahyudin di dalam struktur kepengurusan ACT yang dirilis oleh laman resminya saat ini, di mana Ketua Dewan Pembina ACT dijabat oleh N Imam Akbari. 

Sebagai mantan petinggi ACT, Ahyudin sempat merespons pemberitaan terkait dugaan penyelewengan dana donasi yang kemudian memunculkan tagar #AksiCepetTilep.

Pemberitaan yang dimaksud adalah laporan majalah Tempo dengan judul Kantong Bocor Dana Umat pada Minggu (3/7/2022). Laporan tersebut lantas membuat media sosial ramai dengan tagar #AksiCepatTilep dan #JanganPercayaACT.

Saat Ahyudin menjadi petinggi ACT, diduga dirinya memperoleh gaji sebesar Rp 250 juta setiap bulan, sementara posisi di bawahnya seperti senior vice president digaji Rp 200 juta per bulan, vice president Rp 80 juta, dan direktur eksekutif Rp 50 juta.

Menanggapi hal ini, Ahyudin sempat mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun terakhir sejak 2017 sampai 2021, total dana donasi masuk yang dikelola ACT mencapai hampir Rp 3 triliun. Dana sebesar ini digalang oleh ACT dari dominan donor nasional maupun donor internasional.

Menurutnya, dengan hal ini, wajar saja jika gaji SDM di ACT besar. Ahyudin juga menanggapi terkait laporan Tempo, dan menyatakan bahwa ACT sudah biasa mendapat tuduhan miring.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini