Apa Alasan Izin ACT Dicabut? Simak di Sini

Apa Alasan Izin ACT Dicabut? Simak di Sini Kredit Foto: Taufik Idharudin

Belakangan ini Aksi Cepat Tanggap (ACT) ramai diperbincangkan di publik karena melakukan penggelapan dana. Dari kasus ini pun, akhirnya Bareskrim Polri, Anggota DPR, hingga Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengambil keputusan untuk mengatasi masalah ini. 

Akhirnya, Pemerintah resmi resmi mencabut perizinan Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) dari Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tahun 2022. Pencabutan izin ini tertulis dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 yang ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy.

Apa yaa alasan pemerintah melalui Kemensos mencabut izin ACT? Melansir dari laman resmi Kemensos, Muhadjir menjelaskan, pencabutan ini berdasarkan pertimbangan adanya indikasi pelanggaran terhadap peraturan Mensos.

Namun, pihaknya kini masih menunggul hasil pemeriksaan untuk menentukan adanya sanksi lebih lanjut.

Baca Juga: Terkait Penyelewengan Dana Umat oleh Petinggi ACT, PPATK: Jadi Dana Masuk dan Keluar Itu...

Pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, disebutkan bahwa pembiayaan usaha maksimal 10 persen dari hasil pengumpulan sumbangan.

Alasan mencabut perizinan ACT karena adanya pelanggaran dan tidak sesuai dengan peraturan. Dalam hal ini, ACT melakukan pemotongan uang donasi 13,7 persen, lebih besar daripada yang seharusnya. Padahal untuk sekelas yayasan sosial, uang donasi harus diberikan seluruhnya tanpa ada pemotongan apapun termasuk pemotongan biaya operasional. 

Dengan keputusan ini, lantas bagaimana dengan tanggapan ACT? 

Baca Juga: Cegah Kasus ACT Terulang, Arsul Sani Usul Dibentuk UU Penggalangan Dana Publik

Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah memenuhi panggilan Kementerian Sosial (Kemensos) pada 05 Juli 2022. Dari panggilan tersebut ACT telah menjelaskan secara rinci mengenai pengolaaan keuangan. Dan ACT pun akan menerima dan kooperatif dengan apapun keputusan dari Kemensos serta tetap menyalurkan dana yang telah terkumpul sebelum adanya kasus ini. 

Terkait

Terpopuler

Populis Discover

Terkini