Biaya Politik di Indonesia Mahal, Ini Dampak Kedepannya!

Biaya Politik di Indonesia Mahal, Ini Dampak Kedepannya! Kredit Foto: Viva

Baru baru ini, Alexander Marwata selaku Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa biaya politik di Indonesia sangat mahal, bisa mencapai puluhan milliar. 

KPK sangat menyadari biaya politik di negeri ini mahal, menjadi anggota DPR, DPRD, kepala daerah tidak ada yang gratis. Kami telah melakukan survei, dana yang harus dimiliki para calon untuk menjadi kepala daerah tingkat II saja sebesar Rp20-30 miliar. Untuk gubernur, harus memiliki dana Rp100 miliar,” kata Alex yang kami lansir dari berbagai sumber.

Dengan tingginya nominal biaya politik, membuat partai politik diberi kebebasan untuk mencari sponsor demi pencalonan. Karena tidak ada calon yang maju tanpa adanya biaya. Namun,  tanpa disadari dengan mencari sponsor dari berbagai perusahaan akan menimbulkan beban politik ke depannya. Apalagi jika calonnya terpilih, tentu akan feedback yang harus diberikan kepada sang sponsor. 

Lantas apa dampak kedepannya dari permasalahan biaya politik yang mahal ini? 

Baca Juga: PKB Bongkar Ciri-ciri Partai Politik Penerima Aliran Dana ACT: Kadernya Suka Hina Amaliyah Ibadah Warga NU...

  • Terjadinya Korupsi Politik 

Biaya politik yang semakin tahun semakin meningkat membuat Partai Politik akan terus mencari sponsor untuk mendanai partainya dan memajukan calonnya. Tentu hal ini memicu terjadinya korupsi politik. Mengapa demikian? Karena ketika calonnya terpilih, tentu si partai akan memberikan 'imbalan' kepada para sponsornya bisa berupa uang,  proyek, kursi jabatan, dan lain-lain. 

Korupsi Politik diartikan sebagai korupsi yang dilakukan oleh orang yang memiliki kekuasaan politik tingkat tinggi (Agung Artidjo Alkostar). Penyebab korupsi politik juga tidak berdiri sendiri. Ada faktor keinginan memperkaya diri sendiri, mendanai partai politik, mendanai aktivitas politik dan kepentingan pemilunya, atau bahkan gabungan dari semua faktor tersebut. Melansir dari jurnal Anti Korupsi Integritas menyatakan hasil korupsi politik lahir dari korupsi pemilu dan politik berbiaya tinggi. 

  • Membuat Kualitas Demokrasi di Indonesia Menurun 

Selain terjadi korupsi politik, dampak kedepannya bagi politik di Indonesia adalah membuat kualitas demokrasi di Indonesia menurun akibat biaya politik Indonesia yang tinggi. Peran uang lagi-lagi di sini sangat tinggi, karena dengan tingginya biaya politik membuat para elit bisa menggerakkan dan mengontrol jalannya politik. 

Baca Juga: Menag Yaqut Ngegas Minta ACT Dibubarkan, Eh Digas Balik: Bendum NU Tersangka Korupsi Ente Ada Komentar?

Melansir dari Voaindonesia, biaya politik yang tinggi itu juga membuat maraknya jual beli suara yang tak mampu dibendung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dengan kata lain, kemunduran demokrasi di Indonesia akibat biaya politik yang tinggi kian nyata.

  • Kemungkinan Suara Rakyat Tidak Didengar 

Dampak terakhir kemungkinan suara rakyat tidak didengar. Karena saat pertama kali menjabat sebagai Pejabat tentu bukan tidak mungkin mereka akan fokus bagaimana caranya "balik modal" atas biaya kampanye yang telah dihabiskannya. Mereka akan fokus ke hal seperti itu. Mereka akan fokus pada para elite, karena secara tidak langsung hubungan mereka 'simbiosis  mutualisme." 

Populis Discover

Terkait

Terpopuler

Video Pilihan

Terkini