Drama Migor Curah: Luhut Wajibkan PeduliLindungi Atau KTP, Eh Mendag Zulhas Bagi-bagi Sambil Kampanye

Drama Migor Curah: Luhut Wajibkan PeduliLindungi Atau KTP, Eh Mendag Zulhas Bagi-bagi Sambil Kampanye Kredit Foto: Adeng Bustomi

Permasalahan minyak goreng curah tampak penuh drama. Satu sisi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berupaya agar subsidi minyak goreng tepat sasaran dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi atau menggunakan KTP.

Sementara itu di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan justru berbagi minyak goreng gratis sambil mengampanyekan anaknya, Futri Zulya Savitri.

Baca Juga: Ngaku Jadi Korban Pemukulan Aparat Kepolisian, Nicho Silalahi Akan Laporkan ke Propam: Rakyat Tidak Lagi Dilindungi!

Zulkifli yang belum genap sebulan dilantik menjadi menteri itu memiliki cara sendiri untuk memperkenalkan minyak goreng curah kepada masyarakat kelas bawah.

Hal itu dilakukan Zulhas saat acara kunjungan kerja di Bandar Lampung, Provinsi Lamping. Ia mengenalkan minyak goreng curah merek MinyaKita yang dikelola oleh pemerintah.

Dalam acara itu, Zulhas memperkenalkan minyak goreng curah seharga Rp10 ribu untuk dua liter, lebih murah dibanding target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berharap harga di pasaran Rp14.000 per liter atau di bawahnya.

Di aplikasi PeduliLindungi yang digagas Luhut sendiri, minyak goreng dijual dengan harga Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Dengan pembagian minyak goreng versi mendag Zulkifli Hasan, sebenarnya lebih murah dibandingkan ditargetkan Menko Luhut.

Sayangnya, pembagian minyak goreng gratis yang dilakukan Mendag di Lampung itu dinilai memiliki unsur politik agar masyarakat memilih sang anak.

"Tapi nanti milih Futri ya? Oke? Kalau milih Futri entar tiap dua bulan ada deh ginian," janji Mendag yang juga Ketua Umum atau Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca Juga: Luqman Hakim: Peristiwa Pelanggaran Hukum yang Terjadi di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Sama Sekali...

Meski ibu-ibu yang hadir terlihat senang, netizen merasa kecewa karena mereka berharap minyak goreng tidak menjadi komoditas politik, mengingat minyak goreng ini untuk masyarakat ekonomi lemah.

Bahkan saat melakukan kunjungan kerjanya, Jokowi sendiri menekankan agar minyak goreng curah menjadi perhatian.

"Ke pasar-pasar dalam rangka mengecek, saya pun sama mengecek minyak goreng. Utamanya ini yang kita cek itu minyak curah lho ya. Jangan sekali-sekali lari ke minyak kemasan yang premium, yang kita cek adalah minyak goreng curah agar harganya di angka Rp14 ribu atau di bawahnya," tegas Presiden, Joko Widodo melansir ANTARA.

Presiden menjelaskan bahwa dari sejumlah pasar yang ia kunjungi, harganya memang sudah berada di kisaran harga tersebut. "Kalau di luar Jawa masih ada yang di atas Rp14 ribu, satu persatu akan kita selesaikan," ungkap Presiden.

Jokowi juga menekankan agar para menteri, terutama yang mengurusi bidang energi dan pangan, untuk fokus menangani permasalahan tersebut.

"Semuanya harus fokus bekerja utamanya yang berkaitan dengan energi dan pangan, ini penting. Ini saya urus terus urusan yang berkaitan dengan BBM, urusan yang berkaitan dengan energi itu misalnya batu bara semuanya karena dunia terdisrupsi di energi dan pangan sehingga kita harus konsentrasi dan jangan sampai kita terpeleset di dua bidang ini," tegas Presiden.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Suara.com.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover