Baku Tembak Tapi Kok Ada Luka Sayatan di Tubuh Brigadir J?

Baku Tembak Tapi Kok Ada Luka Sayatan di Tubuh Brigadir J? Kredit Foto: (Facebook/Rohani Simanjuntak)

Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat tewas akibat baku tembak dengan Bharada E di rumah pribadi Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Polisi mengatakan kalau luka sayatan pada tubuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J berasal dari gesekan proyektil saat terjadi baku tembak dengan sesama anggota Korps Bhayangkara itu.

Baca Juga: Penuh Darah Dimulut Hingga Copot Gigi, Ferdinand Lihat Nicho Silalahi: Pengen Ketawa Sih, Tapi...

Namun, perihal apakah proyektil bisa menimbulkan luka sayatan, dapat dijelaskam oleh Dokter forensik Budi Suhendar. Ia mengatakan luka sayatan umumnya disebabkan kekerasan menggunakan benda tajam.

"Luka sayatan adalah istilah untuk luka terbuka akibat kekerasan (benda) tajam, dengan tepi luka yang rata yang umumnya panjang luka lebih besar dari dalamnya luka, yang umumnya juga tidak terlalu dalam," kata Budi kepada JPNN.com, Selasa (12/7).

"Proyektil peluru dapat saja mengakibatkan luka terbuka dangkal. Namun, kami tidak sebut dengan luka sayatan dan umumnya tepi lukanya tidak rata. Kami sebut dengan luka gores," sambung Budi.

Baca Juga: Geramnya Sampai Ubun-ubun, Nicho Silalahi: Brengsek! Pak Jokowi, Rugi Kami Gaji dan Fasilitasi Anda Beserta Kabinetmu Kalau Begini...

Dalam kasus baku tembak polisi tersebut, beredar kabar bahwa dua jari Brigadir Yosua hilang.

Menurut Budi, jari korban bisa saja putus akibat proyektil yang dilontarkan senjata api.

"Bisa saja (jari putus) bila memang terkena di jari tersebut," ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSDP, Serang, Banten itu.

Baca Juga: Perkara Endorse Anak, Jerry Massie: Bisa Saja Gaya Zulhas Ditiru Menteri yang Lain...

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan luka sayatan pada tubuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J berasal dari gesekan proyektil saat terjadi baku tembak dengan Bharada E.

Baku tembak polisi yang menewaskan Brigadir Yosua itu terjadi di kediaman pribadi Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB.

"Sayatan karena proyektil yang ditembakkan Bharada E ke arah Brigadir J," kata Ramadhan di Mabes Polri, Senin (11/7) malam.

Baca Juga: Sedih, Ayah Brigadir J Beber Komunikasi Terakhir dengan Anaknya: Kami Meminta...

Brigjen Ramadhan mengatakan lima proyektil yang dilesatkan Bharada E terhubung dengan tujuh lubang di badan Brigadir Yosua.

Ada satu proyektil yang menembus dua bagian badan sekaligus.

"Satu tembakan mengenai tangan. Kemudian tembus ke badan. Jadi, tujuh lubang. Termasuk sayatan," ujar Ramadhan.

Baca Juga: Nicho Silalahi Emosi Sambil Pejeng Gigi dan Mulut Berdarah, Netizen Ketawa: Terima Kasih Pak Polisi Telah Merontokan Giginya

Selain itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan ada dua peluru yang menembus sampai dua kali dari jari tembus dada dan lengan kiri tembus mulut.

"Diduga ada dua peluru yg sampai dua kali mengenai Brigadir J, yakni di jari tembus ke dada dan di lengan kiri tembus ke mulut," ujar Budhi.

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Terkait

Terkini