Jadi, Pilih Mana? #JokowiPresidenJenius Atau #JokowiBohongLagi?

Jadi, Pilih Mana? #JokowiPresidenJenius Atau #JokowiBohongLagi? Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Tak berselang lama sejak sebutan Jokowi presiden jenius berkumandang beberapa waktu lalu, kini di media sosial muncul sebuah tagar 'Jokowi Bohong Lagi' yang menjadi anti-tesis sebutan Jokowi jenius. Adapun tagar tersebut muncul terkait kebijakan Jokowi dalam penggunaan APBN untuk menyuntik dana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Padahal dulu, Jokowi berjanji akan menjalankan proyek itu tanpa mengusik dana APBN.

Jokowi pernah mengatakan janjinya tersebut dulu saat menghadiri groundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat, pada Januari 2016 silam. Ia saat itu menegaskan bahwa ia tidak mau proyek kereta cepat tersebut menggunakan dana APBN. 

Tak hanya sekali mengatakan janjinya itu, Jokowi juga sempat berujar hal senada pada tahun sebelumnya, tepatnya pada September 2015. Ia yang saat itu tengah blusukan di sekitar Jakarta menegaskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan memakai APBN melainkan diserahkan kepada BUMN. Adapun dalam pengerjaan proyek tersebut, pemerintah tidak menjamin BUMN karena proyek dijalankan secara business to business (b to b).

Jokowi sempat mengakui telah melakukan hitung-hitungan dan memperikarakan dana pembangungnan proyek kerjasama dengan Konsorsium BUMN dan perusahaan China tersebut akan menelan dana investasi sebesar Rp 70-80 triliun. Namun seiring berjalannya proyek, serta kondisi pandemi covid-19 yang tiba-tiba nyatanya memaksa pemerintah untuk menghadapi masalah pendanaan dan memaksa presiden untuk merubah kebijakan.

Hal ini seperti dikatakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurutnya, BUMN pembangun proyek kereta cepat tersebut, yakni PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PTPN VIII tengah mengalami gangguan keuangan akibat imbas pandemi.

"Bahwa para pemegang sahamnya seperti Wika (Wijaya Karya) itu terganggu cash flow-nya karena Corona," ujarnya pada minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Soal Izin Dana Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN, Fahri Hamzah Sindir Oposisi Memble, Buat Siapa?

Adapun kebijakan terbaru Jokowi terhadap pendanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini telah disahkan olehnya dalam Perpres Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung. Adapun peraturan tersebut terdapat dalam Pasal 4 ayat 2 yang berbunyi:

"Pendanaan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat berupa pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam rangka menjaga keberlanjutan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dengan memperhatikan kapasitas dan kesinambungan fiskal," dikutip Senin (11/10/2021).

Perubahan sikap atas kebijakannya tersebut yang memancing respons dari sejumlah masyarakat. Jokowi dinilai telah menganulir janjinya sendiri yang menyebut proyek raksasa tersebut tak akan membebani APBN secara jalur pembiayaan. Hal ini pula yang semakin mematahkan pernyataan Profesor Mahbubani yang sebelumnya menyebut presiden jenius. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Jenius, Benar atau Tidak?

Adapun dua tagar #JokowiPresidenJenius dengan tagar #JokowiBohongLagi kini sedang saling beriringan menjadi trending topic di Twitter. Tagar #JokowiBohongLagi sendiri tak hanya ditujukan kepada kebijakannya terkait pendanaan kereta cepat menggunakan APBN, namun atas kebijakan lainnya yang dinilai tidak konsisten, salah satunya perihal tax amnesty yang kini memasuki 'jilid II' yang akomodasinya terdapat dalam UU HPP yang baru saja ditekan DPR RI.

Mantan Sekretasis Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu juga turut menanggapi hal ini. Ia menyebutkan setidaknya terdapat sejumlah kebohongan presiden Jokowi. Hal ini diungkapkan dalam cuitannya yang dikutip Senin (11/10/2021).

"#selamatmenikmati. Masih banyak (kebohongan Jokowi) yang lain, seperti: 1) akan produksi mobil esemka. 2) tidak akan ngutang. 3) tidak akan impor. 4) tidak akan naikkan listrik dan BBM. Silakan lanjut (sebutkan)," ujarnya pada pada akun Twitter-nya.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini