Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin sudah menjalani enam kali pemeriksaan di Bareskrim Polri. Meski demikian, belum ada tersangka dalam kasus penyelewengan dana umat ini.
Berikut fakta-fakta temuan Bareskrim Polri dalam pemeriksaan Ahyudin.
1. Pemeriksaan perdana, 8 Juli 2022
Bareskrim Polri membuka penyelidikan terkait pengelolaan dana umat ACT dengan meminta keterangan Presiden ACT Ibnu Khajar dan mantan Presiden ACT Ahyudin.
2. Pemeriksaan kedua, 11 Juli 2022
Pada pemeriksaan kedua, Ahyudin mengaku ditanyai soal aliran dana ahli waris bagi korban kecelakaan pesawar Lion Air JT 610 yang dikelola ACT.
Baca Juga: Bisa Nafas Dulu, Pemeriksaan Ahyudin Cs Dilanjutkan Hari Senin Mendatang
3. Pemeriksaan ketiga, 12 Juli 2022
Untuk ketiga kalinya, Ibnu Khajar dan Ahyudin menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait dugaan penyalahgunaan dana ACT.
4. Presiden ACT bawa 1 koper, 13 Juli 2022
Pemeriksaan keempat diwarnai dengan koper besar bewarna abu-abu yang dibawa Ibnu Khajar bersama kuasa hukumnya, Wida, dan tiga orang lainnya ke Bareskrim Polri.
Bareskrim Polri juga mengatakan akan menggali perihal analisis kekayaan dari petinggi ACT dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyelewengan dana umat dalam pemeriksaan keempat.
5. Pemeriksaan kasus asuransi PT Lion Air, 14 Juli 2022
Dalam pemeriksaan kelima, Manajer Asuransi PT Lion Mentari Ganjar Rahayu turut hadir untuk memberikan keterangan di Bareskrim Polri.
Ketika memeriksa Manajer Asuransi PT Lion Mentari, Bareskrim Polri mendalami adanya dugaan penyelewengan dana donasi kepada ahli waris kecelakaan Lion JT 610.
Sementara kepada Ahyudin, Bareskrim menanyakan terkait penggunaan uang donasi yang tidak sesuai berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: Ditanya Siapa Akuntan Publik yang Kasih Predikat WTP ke ACT, Ahyudin Ngeles: Cek Saja di Internet...
6. Pemeriksaan keenam, 15 Juli 2022
Ahyudin kembali diperiksa untuk keenam kalinya oleh Bareskrim Polri. Ia diperiksa secara intensi dengan alasan mendalami dugaan penyelewengan dana umat ACT.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyebut penyidik berkewajiban melakukan pemberkasan perkara sesuai dengan fakta yang didapat pada proses penyidikan.
Lihat Sumber Artikel di GenPI Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan GenPI.