Istri Ferdy Sambo Terindikasi Alami Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan Bilang Begini!

Istri Ferdy Sambo Terindikasi Alami Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan Bilang Begini! Kredit Foto: JPNN

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengidentifikasi kalau istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo berinisial P terindikasi mengalami kekerasan seksual. Ini menjadi konklusi sementara Komnas Perempuan setelah memenuhi undangan pertemuan dari Polda Metro Jaya.

Komnas perempuan mendengarkan keterangan dari pihak penyidik dan psikolog, di mana mereka ditugaskan untuk mendampingi istri Ferdy Sambo.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh itu, Komnas Perempuan mengidentifikasi adanya indikasi kasus kekerasan seksual yang dialami oleh P," kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani dalam keterangannya yang dilansir pada Senin (18/7/2022).

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Masih Alami Shock dan Terkesan Disudutkan Karena Ini

Walau demikian, Andy enggan berspekulasi mengenai bentuk kekerasan seksual yang dialami P. Ia menegaskan indikasi kekerasan seksual itu harus ditelusuri lebih lanjut.

"Pendalaman kasus masih dibutuhkan untuk bisa mengenali lebih utuh tindak kekerasan seksual yang terjadi dan mengenali kebutuhan pemulihan bagi P," katanya.

Baca Juga: Ini Kronologi Insiden Penembakan yang Buat Nyawa Brigadir J Melayang, Percakapan Dengan Istri Ferdy Sambo Bikin Kejut

Komnas Perempuan juga mencatat pemulihan bagi P penting dalam posisinya sebagai saksi pada peristiwa penembakan. Komnas Perempuan mengamati P mengalami guncangan akibat kejadian itu beserta publikasi yang menyertainya.

"Ini menjadi bagian yang integral dalam penyelenggaraan pemenuhan hak bagi perempuan berhadapan dengan hukum," ucap Andy.

Baca Juga: Dibeberin Rara si Ahli Tarot, Keluarga Ferdy Sambo Kena Santet? Eh Yang Kena Brigadir J

Maka, Komnas Perempuan mendukung semua pihak yang berupaya untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi P. Komnas Perempuan juga mengingatkan agar publikasi seputar insiden penembakan memperhatikan kerentanan berbasis gender yang dihadapi perempuan.

"Menghimbau semua pihak menghentikan publikasi yang berisikan spekulasi peristiwa, melainkan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian maupun Komnas HAM terkait insiden penembakan," ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terkini