Sadis! Jari Diremuk dan Kuku Dicabut Saat Masih Hidup, Pengacara Keluarga Brigadir J Sebut Pelaku Dugaan Penyiksaan Psikopat!

Sadis! Jari Diremuk dan Kuku Dicabut Saat Masih Hidup, Pengacara Keluarga Brigadir J Sebut Pelaku Dugaan Penyiksaan Psikopat! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Koordinator Tim Pengacara Keluarga Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjutkan, masih tak hapis pikir dengan dugaan penyiksaan yang menimpa Brigadir J. Pasalnya, luka-luka yang terlihat di jenazah menunjukkan pedihnya dugaan penyiksaan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa salah satu yang cukup mendapat perhatian adalah adanya luka berbentuk lingkaran dan seolah bukan karena luka peluru. Kemudian jari yang dari luar terlihat normal, tapi ternyata tulangnya sudah remuk.

"Di tangan ada semacam bolong, menurut teman-teman itu dipergerakkan bukan akibat senjata tapi entah apalah penyebabnya tapi ada bolongan, kemudian sampai jarinya patah semua ini sehingga tidak lagi. Kenapa tidak copot? hanya karena kulitnya aja, sebenarnya sudah remuk hancur," katanya kepada awak media pada Rabu (20/07/2022) dini hari.

Baca Juga: Tanggapi Bantahan Propam Polri, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Punya Bukti yang Tidak Terbantahkan

"Kemudian kukunya almarhum ini dicabut. Kita perkirakan dia masih hidup waktu dicabut. Jadi diduga ada penyiksaan," sambung Kamaruddin.

Ia menilai bahwa penyiksaan seperti ini bukan dilakukan oleh orang dengan kondisi mental normal. Ia menyebut, pelaku dugaan penganiayaan ini sebagai psikopat.

"Belum lagi ini ada di bagian kaki ada luka sayatan, oleh karena itu saya sangat yakin betul bahwa ini adalah ulah psikopat," tuturnya.

Baca Juga: Pelukan Kapolda Metro dan Irjen Ferdy Sambo Viral Setelah Kasus Brigadir J, Kompolnas Santai Tanggapinnya

Oleh karena itu, kata dia, kita menolak cara-cara seperti ini di negara Pancasila. Karena Indonesia ini sangat banyak polisi yang masih baik, Kamaruddin menekankan bahwa sangat banyak kita harus lindungi.

"Jangan sampai gara-gara  satu dua orang institusi kepolisian yang baik menjadi rusak. Maka satu-dua orang itu harus di singkirkan, kita harus mempertahankan negara ini melalui pertahankan kepolisian," tegasnya.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover