Polisi Akui Autopsi Ulang Bakal Sulit Jika Jenazah Brigadir J Rusak: Kalau Rusak Karena Pembusukan, Dokter Akan Terkendala

Polisi Akui Autopsi Ulang Bakal Sulit Jika Jenazah Brigadir J Rusak: Kalau Rusak Karena Pembusukan, Dokter Akan Terkendala Kredit Foto: Akurat

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengakui proses autopsi ulang Jenazah Brigadir Yosua Hutabarat bakal terkendala jika jasad mulai rusak karena proses pembusukan. Untuk itu Pihak kepolisian mengadakan proses autopsi ini dilakukan dalam waktu dekat ini. 

"Secepatnya, karena kita bekerja dengan waktu. Semakin cepat semakin baik. Karena kalau misalkan agak lama, maka proses pembusukan juga akan semakin rusak ya. Kalau semakin rusak maka nanti dari dokter tentunya akan mengalami kendala ketika melaksanakan ekshumasi tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Mulai Dibocorin Tipis-tipis, Ini Orang Sudah Mengaku Sebagai Pembunuh Brigadir J, Nggak Nyangka, Pelakunya Lebih dari Dua Orang!

Adapun Autopsi ulang itu dilakukan atas permintaan permintaan pihak keluarga yang menemukan sejumlah luka di tubuh Brigadir J. Luka - luka itu mencurigakan karena menyerupai sayatan benda tajam. Adapun luka janggal itu terdapat pada wajah, jari - jari tangan yang remuk, rahang yang geser hingga lebam di perut. 

Atas temuan tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri, Keluarga tidak percaya jika Brigadir J tewas karena terlibat aksi tembak- tembakan dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo. 

Untuk mendukung jalannya autopsi ulang ini, Polri bakal menggandeng tujuh  dokter forensik dari Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia. Ketujuh dokter ini telah mengkonfirmasi kesediaannya  melakukan autopsi pada jenazah Brigadir J.  

"Kalau dari Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia yang saya sudah dapatkan informasi ada 7 orang," katanya.

Baca Juga: Eks Kawan Separtai Kasihan Lihat Manusia Lemah Macam Roy Suryo: Kirain Dia Tangguh Ternyata Cuma Segini!

Hanya saya Dedi masih belum bisa menyebutkan siapa nama-nama dokter yang akan terlibat. Berdasarkan pengakuannya, akan diikuti oleh dokter yang sudah ahli di bidang forensik termasuk dokter yang berasal dari Institusi Polri.

"Namanya saya tidak hafal ada beberapa guru besar disitu yang memang ekspert di bidang terutama forensik, itu akan hadir ya termasuk nanti dari kedokteran forensik dari Polri yang juga sudah memiliki pengalaman," katanya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover