Gelar Prarekonstruksi Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Polri Jelaskan Temuan CCTV, Jangan Kaget!

Gelar Prarekonstruksi Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo, Polri Jelaskan Temuan CCTV, Jangan Kaget! Kredit Foto: JPNN.com/Mercurius Thomos Mone

Mabes Polri menggelar prarekontruksi kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di kediam Irjen Ferdy Sambo Sabtu (23/7/2022), prarekontruksi yang digelar hari ini untuk mencocokan temuan pada prarekontruksi yang digelar di Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022)  malam. 

Di sela-sela prarekontruksi, Pejabat di Mabes Polri kata Irjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan berbagai temuan polisi terkait kematian Brigadir J. Salah satunya soal temuan kamera pengawas.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Istri Nggak Kelihatan di Prarekonstruksi Kasus Kematian Brigadir J, Polri Langsung Bilang Begini, Pasang Kuping Baik-baik!

“Saya perlu luruskan juga masih beredar di beberapa media bahwa CCTV rusak kemudian ditemukan CCTV yang lain,” kata Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, bahwa CCTV yang sudah diamankan oleh penyidik adalah CCTV yang ditemukan di sekitar atau di luar TKP. Dalam kasus ini TKP adalah rumah Kadiv Propam non-aktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. CCTV yang ditemukan tersebut, kata Dedi, terdapat di sepanjang jalur sekitar TKP, termasuk juga CCTV di sepanjang jalan dari Magelang hingga menuju TKP di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“CCTV yang rusak sesuai yang disampaikan Kapolres Jakarta Selatan (non-aktif) CCTV di TKP. Tapi, CCTV yang disampaikan sepanjang jalur sekitar TKP ini sudah ditemukan oleh penyidik. Demikian juga CCTV sepanjang jalan dari Magelang sampai TKP itu juga sudah ditemukan penyidik,” ujar Dedi.

Dedi menyebutkan, saat ini rekaman CCTV tersebut sedang dalam proses di Laboratorium Forensik (Labfor) untuk dilakukan kalibrasi pencocokan waktu agar rekaman yang tersimpan di dalamnya sesuai dengan waktu yang sebenarnya saat peristiwa terjadi.

“Sekarang masih proses Labfor untuk mencocok kalibrasi waktunya karena waktu CCTV dengan real time harus sama. Itu saya minta rekan-rekan tolong diluruskan jangan sampai abuse (salah) informasi,” kata Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan, Polri berkomitmen untuk mengungkap kasus Brigadir J dengan objektif, transparan dan akuntabel sebagaimana yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Terungkap Sudah! Keberadaan Penembak Brigadir J, Sekarang Sudah di Polda Metro Jaya

Menurut dia, pembentukan tim khusus oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kasus baku tembak antaranggota polisi itu adalah bentuk komitmen Polri untuk mengungkap kasus tersebut terang benderang kepada publik.

“Tentunya ada kaidah-kaidah menurut KUHP tidak bisa diungkap secara detail karena itu masuk materi penyidik,” kata Dedi.

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover