Sebut Jenderal Dudung, Panglima TNI, Sampai Jokowi, Ruhut Sitompul: Kalian Semua yang Terlibat Ngaku Saja

Sebut Jenderal Dudung, Panglima TNI, Sampai Jokowi, Ruhut Sitompul: Kalian Semua yang Terlibat Ngaku Saja Kredit Foto: Instagram/ruhutp.sitompul

Politikus PDIP, Ruhut Sitompul, merespok kasus baku tembak sesama polisi yang menyebabkan Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J meninggal dunia di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang hingga kini belum tuntas.

Ruhut sangat yakin kasus yang tengah jadi sorotan publik itu pada akhirnya akan terungkap. "Saya melihat Pak Sigit dibantu Pak Andika begitu juga Pak Dudung ini akan terbuka semua. Jadi, pesan saya, yang terlibat dengan ini mengaku sajalah kalian semua," kata Ruhut Sitompul kepada JPNN.com, Senin (25/7).

Ruhut Sitompul bertambah yakin kasus kematian Brigadir J bakal terungkap lantaran Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah menyoroti kasus tersebut.

Baca Juga: Ada Saksi Sangat Spektakuler, Kuasa Hukum Brigadir J Buka-bukaan Sebut Almarhum Yakin Akan Dibunuh, Begini Kata-katanya...

"Apalagi presiden sudah tahu, kalau dia sudah mengomong, dia enggak main-main, presiden itu orang hebat, dia orang Solo lemah lembut, tetapi hatinya bagaikan batu karang, kalau sudah dia katakan 'harus diusut sampai tuntas', pasti tuntas," tambah Ruhut Sitompul.

Diketahui, kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dalam insiden baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, naik ke tingkat penyidikan.

Artinya, Bareskrim Polri meyakini sudah ada dugaan pelanggaran pidana dalam insiden itu. Dalam penanganan kasus tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengambil langkah tegas dengan mencopot tiga orang perwira terkait kasus penembakan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Ketiga perwira itu, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kombes Budhi Herdi Susianto.

Baca Juga: Bukan Bharada E, Keluarga Brigadir J Yakin Sudah Kantongi Identitas Pelaku Teror Pembunuhan Anaknya: Buktinya...

Ferdy Sambo dicopot dari jabatan Kadiv Propam, lalu Hendra dicopot dari Karopaminal dan Budhi dinonaktifkan dari Kapolres Metro Jakarta Selatan. Penonaktifan itu dilakukan guna menjaga objektivitas Polri dalam penanganan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E pada Jumat (8/7).

Lihat Sumber Artikel di JPNN.com Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan JPNN.com.

Terkait

Terkini

Populis Discover